Saat Menunggu Pembeli 5 Gram Sabu, Rosa Ditangkap Polisi di Jl. Banyu Urip.
Foto: Terdakwa Rossa Diana Siregar , menjalani sidang diruang Cakra PN.Surabaya, secara online, Rabu (03/02/2021).

Saat Menunggu Pembeli 5 Gram Sabu, Rosa Ditangkap Polisi di Jl. Banyu Urip.

SURABAYA (Suara Publik)- Rossa Diana Siregar diamankan petugas Ditresnarkoba Polda Jatim karena terlibat perkara jual beli narkotika golongan I bukan tanaman, jenis sabu. Akibat perbuatannya, kini perempuan tersebut diadili di ruang sidang Cakra PN Surabaya.

Dalam surat dakwaanya, terdakwa terbukti menjual sabu-sabu seberat 5,12 gram kepada pemesannya, dengan cara diranjau di sebuah mini market di kawasan Jalan Banyu Urip No. 151, Kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurlalila, SH dari Kejati Jatim, terdakwa ditangkap di depan mini market menunggu pembelinya.

Belum sempat bertemu, dua anggota Ditresnarkoba Polda Jatim, Eko Prasetyo dan Yoyok Sugiarto mencurigainya dan menangkap terdakwa.

Di persidangan, Eko dan Yoyok juga dihadirkan sebagai saksi. Mereka menemukan sabu tersebut di tangan sebelah kiri Rossa. 5,12 gram sabu tersebut dibungkus plastik klip dan dibalut dengan sebuah masker.

“Betul seperti itu kejadiannya terdakwa?,” tanya Jaksa Nurlaila kepada terdakwa, Rabu (03/02/2021).

Setelah mendengarkan keterangan saksi, terdakwa Rossa membenarkannya. Dia mengaku mendapatkan sabu tersebut dari Valent (DPO), dirinya diperintahkan untuk menyerahkan sabu tersebut ke pembeli.

Per gramnya dia jual seharga Rp 1,1 juta. Apabila sabu tersebut laku. Rossa akan mentransfer uang hasil penjualan sabu kepada Valent. “Saya beli Rp 5 juta, nanti bagi hasil dengan Valent. Setiap laku per gram akan saya transfer ke dia,” jelas Rossa.

Setelah mendengarkan keterangannya, majelis hakim menutup persidangan dan dilanjutkan pada persidangan berikutnya. “Oke ya tuntutan minggu depan bu jaksa, sidang ditutup,” kata majelis hakim.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman paling ringan enam tahun penjara. (Sam)

Sebelumnya Provokasi Lewat Postingan WAG Saat Demo Tolak Omnibus Law, Hariyono Jadi Pesakitan
Selanjutnya Pasca SP3 Dugaan Korupsi Trilyunan YKP, Masyarat Peduli Asset Kota Surabaya Unjuk Rasa