Sarat Dugaan Kongkalikong, Tim Komite Pengawasan Korupsi Gresik, Segera Laporkan P3D  Munggu Gebang ke Pihak Terkait

Sarat Dugaan Kongkalikong, Tim Komite Pengawasan Korupsi Gresik, Segera Laporkan P3D Munggu Gebang ke Pihak Terkait

Gresik, (suara-publik.com) - Pelaksanaan ujian rekrutmen perangkat Desa Munggu Gebang Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, berupa jabatan kaur pemerintahan terkait menjadi polemik sejumlah pihak.

Sebab, hasil seleksi ujian perangkat yang dilakukan oleh Tim Panitia Penjaringan Perangkat Desa (P3D) diduga sarat permainan.

Hal ini nampak dari rekapitulasi nilai yang didapat 3 peserta, terdiri dari pasangan suami-istri Suparno dan Sri Danarti, keduanya lulusan kejar paket C (setara SMA), dan Weldan Erhu Nugraha, seorang lulusan S1 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Berdasarkan perolehan nilai yang diumumkan Tim P3D, Suparno mendapatkan skor sempurna 100, sedangkan Sri Danarti juga nyaris sempurna dengan skor 99. Keduanya adalah pasutri lulusan kejar paket C. Sementara Weldan Erhu Nugraha yang notabene lulusan S1 Unair, 'hanya' mendapatkan skor 68.

Hasil rekrutmen tersebut langsung disikapi oleh Tim Komite Pengawasan Korupsi (T-KPK) Kabupaten Gresik. Mereka menduga ada kecurangan dalam rekrutmen Kaur Pemerintahan di Desa Munggu gebang Kecamatan Benjeng.

Bahkan, persoalan tersebut saat ini tengah diadukan T-KPK ke Komisi I, Bupati, Inspektorat, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPMD).

"Iya, ini kami telah menerima pengaduannya," ujar Anggota Komisi I DPRD Gresik Nurhudi Didin Arianto kepada awak media Kamis (6/5/2021).

Gus Nur, dengan panggilan akrabnya, mengakui skor hasil penjaringan P3D Desa Munggu Gebang tak masuk akal. Alasannya, lulusan S1 Unair kalah dengan lulusan kejar paket C. "Apakah masuk akal? Ada dugaan kecurangan dalam pelaksanaan ujian (rekrutmen) P3D Desa Munggu gebang," cetus Anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik ini.

Menurut Gus Nur, budaya rekrutmen seperti itu kalau terus dibiarkan akan merusak moral. Pemerintah desa juga tidak akan bisa mendapatkan perangkat desa yang baik dan berkualitas sesuai yang dicita-citakan oleh Pemerintah Gresik. "Makanya, kami minta OPD berwenang menyikapi dan menindaklanjuti," pintanya.

Secara terpisah Camat Benjeng Suryo Wibowo bersama pejabat Muspicam Benjeng mengaku langsung turun ke Desa Munggu Gebang begitu mendengar informasi tersebut.

Suryo mengaku telah klarifikasi ke Kades Munggu Gebang dan P3D. Hasilnya? "Baik kades maupun P3D bilang rekrutmen sudah dilakukan sesuai ketentuan. Jadi, versi mereka tak ada kecurangan. Semua dilakukan dengan fair," Ungkapnya.

Suryo menjelaskan dalam ujian rekrutmen kaur pemerintahan itu pihak P3D membuat pertanyaan pilihan sebanyak 100 soal. "Tidak menggandeng pihak luar. Dan, itu dibenarkan oleh aturan," terangnya.

"Ketika, saat ujian berlangsung juga di hadiri petugas kepolisian dan koramil yang ikut mengawasi. Termasuk pada saat melihat hasil ujian, juga banyak saksi," pungkasnya.

Sekjen TKPK Abdul rohim SH saat dilokasi depan gerbang balai desa Munggu Gebang yang datang langsung pada saat itu menuturkan" memang terkesan ada yang janggal dari proses pelaksanaan ujian tes P3D tersebut terkesan dipaksakan dan tertutup", masyarakat yang hadir pada waktu itu banyak yang tidak puas dari hasil proses tes ujian P3D tersebut dan sudah menduga bahwa pasti ada permainan dan hasil proses pelaksanaan ujian tes P3D tersebut bisa diduga siapa yang bakal dapat nilai terbanyak.

Kemudian Ketua BPD dan anggotanya juga berada diluar pagar bersama sama warga serta berbagai awak media yang hadir pada saat itu namun pagar tertutup dan dijaga tidak diperbolehkan awak media untuk masuk dan meliput pagi itu.

Perbincangan sekjen T-KPK bersama Ketua BPD dan anggotanya serta warga, memunculkan dugaan adanya sesuatu yang tersembunyi dari proses penjaringan perangkat desa Munggu Gebang.

Dengan demikian untuk menindak lanjuti laporan dari masyarakat atas dugaan pelaksanaan ujian tes P3D yang bermasalah, ketua T-KPK Gresik Rohman melayangkan pelaporan atau surat pengaduan terkait nilai dari peserta yang menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat Desa Munggu Gebang kecamatan Benjeng dan ditembuskan ke dinas dinas terkait kabupaten Gresik agar segera ditindaklanjuti.

Dalam surat nya menyatakan agar dilakukan UJIAN ULANG dan dilaksanakan secara INDEPENDEN. Agar supaya apa yang menjadi rasa ketidak puasan dan menjadi polemik di masyarakat desa Munggu Gebang bisa terselesaikan serta tersampaikan dan terwujud tanpa dilandasi rasa ketidak puasan.(imam)

Sebelumnya Jokowi: Saya Bangga Dengan Provinsi Jatim, Yang Memiliki Perusahaan Ekspor di Lamongan
Selanjutnya LaNyalla Tegaskan, DPD RI Siap Perjuangkan Guru Honorer