Sri Setyo Pratiwi Dilantik Jadi Ketua DPW Hiplindo Jatim

Sri Setyo Pratiwi Dilantik Jadi Ketua DPW Hiplindo Jatim

Surabaya, Suara-Publik.com - Sri Setyo Pratiwi, yang biasa dipanggil Tiwi dilantik sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Lira Indonesia, di Hotel Elmi Surabaya 27 Oktober 2011. Acara yang di hadiri oleh 200 para undangan ini berjalan khidmat. Walau Menteri Kop dan UKM batal hadir, namun diwakili oleh Suntoro Staf Khusus Menkop-UKM, acara tetap berjalan dengan baik. Nampak hadir pula AKBP Puji, Kasat Bina Mitra Polrestabes Surabaya. Tiwi dalam sambutannya mengajak semua pengusaha di Jatim untuk bergabung di Hiplindo. Hiplindo lewat jaringannya akan meningkatkan status pengusaha yang tergabung menjadi anggota. "dari pengusaha kecil akan kita usahakan menjadi menengah, yang menengah akan menjadi pengusaha nasional, sedang yang nasional akan menjadi internasional" papar Tiwi dalam pidatonya.lebih lanjut Tiwi menerangkan, uang iuran Hiplindo akan di pinjamkan pada usaha kecil menengah dan PKL. Ini salah satu wujud kepedulian kami dalam meningkatkan roda perekonomian rakyat, tambahnya.
Masih Tiwi, lewat jaringan Hiplindo yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Jatim, segala produk dari Usaha Kecil Menengah akan memiliki pangsa pasar yang jelas. jadi, selain kita membantu pinjaman modal, kami juga turut memasarkan produknya hingga ke mancanegara, jelas Tiwi.

Sementara itu, Jusuf Rizal Ketua Umum DPP Hiplindo pusat mengatakan, setelah sukses mendirikan LSM terbesar menurut Muri, karena memeliki 400 lebih cabang di Indonesia. Kini saya ingin berbuat pada bangsa dan negara dalam menumbuh kembangkan pengusaha yang patriotik dan memiliki nasionalis yang tinggi. sebab, lanjut Rizal, saat ini pengusaha etnis lebih banyak membawa lari uang kita ke luar negeri. 75 % Apartemen di Malaysia dan Singapore milik orang Indonesia. Dalam wadah Hiplindo kami akan berkomitmen untuk membangun Indonesia hingga di pelosok negeri. Agar ketahanan ekonomi Indonesia menjadi besar dan berkembang stabil, lanjut Rizal.

Bila semua yang dikatakan Jusuf Rizal berjalan sesuai rencana, dipastikan perekonomian negeri ini akan meningkat. Dan indonesia tidak akan menggantungkan produk dari luar negeri, jangan ada lagi import garam beras dan produk pertanian lainya. Karena kita akan memiliki ketahanan pangan yang memadai. Sebagai negara agraris, mari kita bantu petani negeri ini dengan permodalan dan teknologi. Bukan malah mematikan petani dengan import produk pertanian secara besar besaran.(*)  

   

Sebelumnya 'Tanpa AMDAL' Proyek Pelabuhan Pasean Rp 90 M
Selanjutnya Jambret Kusuma Bangsa di Hadiahi Timah Panas