Surabaya Dapat 24.000 Sambungan Gas Pengganti Elpiji Gratis,

Surabaya Dapat 24.000 Sambungan Gas Pengganti Elpiji Gratis,

Surabaya Suara Publik. Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Ditjend Migas) melakukan sosialisasi penggunaan Gas Bumi untuk masyarakat, sebagai pengganti Gas Elpiji, di seluruh Indonesia. Dalam sosialisasi itu Ditjend Migas memberikan sambungan pipa gas gratis pada masyarakat.

Nanti nya disetiap rumah akan dialiri gas berlangganan, system pembayarannya sama dengan PDAM dan Listrik. Disetiap rumah akan ada meteran untuk menentukan penggunaan jumlah pemakaian gas pelanggan.

Surabaya sabagai salah satu kota yang mendapat jatah sambungan gratis sebanyak 24.000 rumah. Kecamatan Sawahan, Tegalsari, Wonokromo dan Rungkut adalah sebaran awal pemasangan pipa gas gratis dari proyek anggaran APBN ini.

Kelurahan Kupang Krajan mendapat jatah 5400 sambungan yang tersebar di 7 RW belum optimal semua terpasang. Hal itu di karenakan survey yang kurang akurat serta kemampua petugas lapangan yang tidak bisa memahami karakter warga.

Faizal Tim lapangan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang membawahi wilayah Surabaya Selatan saat mendapat pertanyaan pengurus RT RW terkait survey menyatakan, itu bukan ranah PGN. Tapi tim dari ITS yang mendapat proyek survey pada warga. Kami hanya memantau pelaksanaan pemasangan pipanisasi, jelas Faizal saat rapat di Kelurahan Kupang Krajan.

Dalam pemantauan tim Suara Publik dilapangan, pipanisasi gratis tidak merata dan kurang sosialisai. Hal itu membuat pengurus RT RW mendapat keluhan warga yang berminat mendapat sambungan pipa. Bahkan dilapangan terlihat banyaknya sambungan yang kurang tepat sasaran. Sebab kawasan Ngagel banyak daerah warga mampu yang mendapat sambungan gratis.

Saat ini pemasangan pipanisasi di Surabaya hampir 85 persen terpasang, tahapan berikut adalah pemasangan pipa induk. Namun masih banyak warga kurang mampu yang ingin mendapatkan sambungan Gas gratis.

Kusworo salah satu tokoh masyarakat Sawahan saat dimintai pendapat terkait pemasangan sambungan Gas gratis menyatakan, saya harap Ditjend menambah kuota pada warga kurang mampu. Karena kawasan elit yang nota bene orang berada sanggup untuk membayar seperi pelanggan umum, papar Kusworo saat memantau pekerjaan pipanisasi Minggu 29 mei 2016.

Kusworo yang saat itu bersama Joko Kordinator lapangan pipanisasi menambahkan, bila perlu saya akan membuat surat pada Ditjend Migas untuk menambah kuota warga Sawahan yang kurang mampu. Tapi bila pelaksana lapangan bisa mengalihkan dari kawasan elit ke warga yang kurang mampu tidak perlu membuat surat ke Ditjend Migas, tambah Kusworo.

Joko yang kebetulan disamping Kusworo menimpali, saya akan sampaikan ke pimpinan agar wilayah sini mendapat tambahan kuota. Dalam waktu dekat kami akan rapat dengan Ditjend Migas, masalah ini akan kami sampaikan, janji Joko.(*)

Sebelumnya M.Suripto (35) Jambret Jalanan Babak Belur di Hajar Massa
Selanjutnya Adakan Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim