Tak Terima Dituduh Terima Uang, LSM GMBI Distrik Banyuwangi Polisikan Owner Tambang

Tak Terima Dituduh Terima Uang, LSM GMBI Distrik Banyuwangi Polisikan Owner Tambang

BANYUWANGI, (suarapublik.com) - Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) murka dengan adanya video yang tersebar di beberapa pesan whatsapp yang berisikan tuduhan kepada sejumlah anggotanya saat melakukan penggerebekan dan menerima sejumlah uang di lokasi pertambangan.

Adanya Isu miring tersebut, akhirnya Insial Jr yang diduga seorang owner tambang ini dilaporkan ke Polresta Banyuwangi, Malam, Kamis (19/08/2021).

Kuasa Hukum LSM GMBI Distrik Banyuwangi, Nanang Slamet, SH., mengatakan, pihaknya melakukan pelaporan terhadap  salah seorang yang di duga pemilik tambang atas nama Jr. 

Dalam hal  ini diduga melanggar pasal 27 ayat 3 undang-undang ITE. Pasalnya, LSM GMBI Distrik Banyuwangi tak terima dan merasa tersinggung atas tuduhan menerima sejumlah uang, saat melakukan penggerebekan di lokasi tambang. 

"Klien kami merasa merasa murka dengan adanya vidio yang bermuatan pencemaran nama baik tersebut, yang disampaikan di vidio itu tidak benar dan kami akan usut tuntas "terangnya.

Adanya beredarnya isu miring tersebut Nanang menambahkan, istilah penggerebekan itu sangat merugikan.

"Hal itu sangat merugikan, terkesan klien kami arogan dalam melakukan kontrol sosial apalagi di tuduh menerima uang senilai Rp.  1.000.000," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LSM GMBI Distrik Banyuwangi Wilter Jatim, Subandik, yang kesehariannya akrab disapa Bandik kuncir menyampaikan bahwa perkara tersebut akan terus di pantau.

"Kami sudah berkoordinasi dengan jajaran struktural GMBI mulai dari bawah sampai ke pusat, karena ini menyangkut marwah organisasi lembaga, kami akan menindak tegas atas insiden tersebut, bahkan kalau memang diperlukan kita akan turun ke jalan berkali- kali gak ada masalah, itu sudah biasa bagi GMBI," tegasnya.

Bandik menambahkan, dalam waktu dekat akan melayangkan surat pelaporan tambang-tambang di Banyuwangi baik yang ilegal ataupun legal. Pasalnya, tambang yang sudah mengantongi izin, kuat dugaan menyalahi aturan pertambangan. "Kami akan ungkap adanya dugaan oknum aparat yang terlibat, untuk pelaporan kami tembuskan ke pihak-pihak terkait." pungkasnya. (Dra)

Sebelumnya Indonesia Bangkit Indonesia Tangguh, Polres Gresik Terus Salurkan Bansos
Selanjutnya Biro Perekonomian Lakukan Optimalisasi dan Evaluasi Pelaksanaan Dana Bergulir Pada UMKM di Jatim