suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jual Tabung Oksigen di Facebook, Telah Dibayar Tabung Oksigen Tidak Ada, Hari Kurniawan di Tuntut 8 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Hari Kurniawan, mendengarkan tuntutan jaksa, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara online , Rabu (17/11/2021).
Foto: Terdakwa Hari Kurniawan, mendengarkan tuntutan jaksa, diruang Tirta 1 PN.Surabaya, secara online , Rabu (17/11/2021).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Hari Kurniawan dituntut pidana delapan bulan penjara. Jaksa penuntut umum Suwarti menyatakannya terbukti bersalah menyebarkan berita bohong di media sosial hingga merugikan konsumen. Hari mempromosikan tabung oksigen enam meter kubik seharga Rp 7,5 juta di Facebook. Namun, ketika Kwee Bie Tien memesannya dan sudah membayar, Hari tidak mengantarkan tabung tersebut. Ternyata, tabung oksigen yang dipromosikannya tidak pernah ada. 

Hari dinyatakan bersalah melanggar Pasal 45A Undang-undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terdakwa dianggap telah menyebarkan berita bohong melalui Facebook yang merugikan konsumen. "Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dsn mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum, dengan maksud menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik," kata jaksa Suwarti saat membacakan surat dakwaan dalam sidang di ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/11/2021).

Sementara itu, Hari dalam pembelaan memohon majelis hakim agar meringankan hukumannya. Dia mengaku juga ditipu temannya. Ketika itu, temannya menawarkan kepadanya untuk menjualkan tabung oksigen dengan harga mahal. Dia lalu mengunggah informasi ketersediaan oksigen di Facebook. "Tapi, setelah ada yang pesan, barangnya tidak ada," kata Hari.

Meski begitu, Hari mengakui bahwa uang itu dia yang menerima. Uang itu tidak dikembalikan ke Kwee. Melainkan justru digunakan untuk kepentingan pribadinya. "Sudah habis untuk saya pakai biaya istri melahirkan," ujarnya.

Kwee Bie Tien awalnya memesan tabung oksigen enam kubik beserta regulatornya ke Hari Kurniawan setelah melihat unggahan di Facebook. Rencananya, tabung itu akan digunakan sebagai alat bantu pernafasan adiknya yang terinfeksi Covid-19 dan dirawat mandiri di rumah. Namun, setelah mentransfer uang pembayaran, tabung tidak kunjung dikirim. Adik Kwee akhirnya meninggal dunia karena kekurangan oksigen.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper