suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

DIDAKWA GELAPKAN UANG PENJUALAN PRODUK KOSMETIK SENILAI Rp. 275 JUTA, DALAM BAP WAHYUDI MENGAKU HANYA PAKAI Rp. 16 JUTA. DIADILI

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa Wahyudi Kristanto, mendengarkan keterangan para saksi, diruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Selasa (21/06/2022). Foto bawah: Para saksi yang dihadirkan dipersidangan oleh JPU.
Foto atas: Terdakwa Wahyudi Kristanto, mendengarkan keterangan para saksi, diruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Selasa (21/06/2022). Foto bawah: Para saksi yang dihadirkan dipersidangan oleh JPU.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penggelapan ratusan item produk Kosmetik bertempat di Toko L OCCITANE EN PROVENCE SOGO Tunjungan Plasa IV lantai dasar, dengan nilai kerugian sebesar Rp.275 juta, dengan terdakwa Wahyudi Kristanto bin Arjo Slamet, diruang Garuda 1 PN Surabaya, secara online, Selasa (21/06/2022).

Agenda sidang kali ini Jaksa Fathol Rasyid dari Kejari Surabaya menghadirkan beberapa saksi dipersidangan, yakni Dwi Dian, Louren adalah tim audit dari Jakarta yang rutin mengaudit, Mona bagian penjualan produk, Dwi Meliani, Rusdianto, dan Iya Sabrina bagian penjualan di mal galaxy, yang semuanya bekerja dalam naungan produk kosmetik LOCCITANE EN PROVENCE.

Dari semua saksi yang dihadirkan, adalah saksi dalam BAP kepolisian, yang membenarkan adanya hasil audit di tahun 2021, yang sebelumnya di tahun 2021 tidak dilakukan Audit dikarenakan masih adanya wabah pandemi Covid 19.

100%100%

Para saksi yang intinya dalam memberikan keterangannya, membenarkan jika terdakwa Wahyudi adalah karyawan di bagian penjualan, juga dapat mengambil barang produk dari luar toko, jika stok tidak ada, mengambil pada cabang produk di toko diluar TP IV Sogo lantai dasar.

Namun ditahun 2021 bulan Desember, saat dilakukan audit barang yang keluar dan adanya pembayaran barang,namun terdapat penyimpangan anggaran pada batang yang terjual, namun terjadi kekurangan anggaran sebesar Rp 275 juta, setelah dilakukan pengecekan oleh tim audit dari Jakarta.

Awalnya sejak tahun 2014 terdakwa Wahyudi bekerja di Toko L OCCITANE EN PROVENCE SOGO Tunjungan Plasa 4 lantai dasar, dibagian Beauty Advisore (BAS) dengan tugas dan tanggung jawab melakukan penjualan barang kosmetik baik secara langsung maupun delivei order.Dengan gaji perbulan Rp 3.584.000,-

Dalam tugas sehari - hari, terdakwa mengambil barang ditoko tempat bekerja, jika ada pesanan barang kosmetik dari konsumen, jika di toko tidak ada, maka terdakwa akan datang ke toko L OCCITANE EN cabang lain dan mengambil sendiri, jika sistemnya lancar maka akan dibuatkan nota tanda terima, jika tidak lancar tidak disertai nota pengeluaran barang dan tanpa tanda terima.

Namun jika konsumen sendiri yang membeli barang kosmetik tersebut, namun stok di toko tidak ada, maka terdakwa mengambil di cabang lain disertai nota pengeluaran barang, tanda terima dan ada yang tidak disertai nota, 

uang pembayaran penjualan kosmetik diterima langsung oleh terdakwa tetapi tidak diserahkan kepada pihak toko L OCCITANE EN PROVENCE SOGO tempat terdakwa bekerja, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi sejak bulan Desember 2020 sampai bulan September 2021. 

Adapun penjualan kosmetik yang uangnya dipakai oleh terdakwa Wahyudi sebesar Rp 275 Juta.

Yang merupakan penjualan barang berupa kosmetik diToko SOGO Plasa Tunjungan 4 lantai dasar, sebanyak 142 item produk kosmetik.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP, tentang " Penggelapan".(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper