suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

PATUNGAN BELI SABU PAKAI KODE " GAK JAMU TAH," BUDAK SABU LINGGA DAN HENDRA DITUNTUT 5,5 TAHUN BUI DENDA Rp.1,4 MILIAR

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Lingga dan Hendra , saat menjalani sidang dengan agenda tuntutan, di ruang Kartika 2 PN Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Lingga dan Hendra , saat menjalani sidang dengan agenda tuntutan, di ruang Kartika 2 PN Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Lingga Pratama dan Hendra Subagja bermufakat untuk mengkonsumsi sabu. Alasannya untuk doping (penambah stamina). Namun, ada saja istilah yang digunakan para penikmat barang haram tersebut. Kali ini, kedua terdakwa tersebut memakai kode jamu untuk menyebut sabu. 

Dalam agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wahyuning Diah,dari Kejati Jatim, Menyatakan terdakwa Lingga Pratama dan Hendra Subagja terbukti secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana sebagaimana dalam dakwaan melanggar Pasal 112 ayat (1) junto pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan denda sebesar Rp.1.415 Miliar, subsider 6 bulan penjara. Dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti berupa, 1 poket sabu dalam bungkus rokok seberat 0,78 gram.

1HP Xiome, dirampas untuk dimusnahkan.

Uang tunai Rp.400.000,-,dirampas untuk negara.

Majelis hakim yang diketuai I Dewa Gede Suarditha, menunda sidang pekan depan dengan agenda putusan.

Dalam dakwaan , bermula saat terdakwa Lingga berada di Cafetaria Kapal KM Dharma Rucitea l. Ketika itu, Lingga melakukan obrolan dengan terdakwa Hendra melalui WhatsApp (WA) dari HP-nya. 

Hendra saat itu menuliskan pesan "gak jamu ta" dan dikirim kepada Lingga. Mendapat tawaran tersebut, Lingga menyetujuinya dengan menjawab "Ok". Selanjutnya Lingga menghubungi Rosyid (DPO) melalui chat WA untuk menanyakan stok sabu. 

Mengetahui ada pembeli, Rosyid mengatakan ada dan menyebut harga sabu setengah gram Rp 600 ribu. Lingga lalu menyampaikan kepada Hendra harga sabu tersebut. Kemudian disepakati untuk membeli sabu tersebut mereka patungan. Lingga Rp 200 ribu dan Hendra Rp 400 ribu. 

Terdakwa l (Lingga) memberitahu Rosyid bahwa Kapal KM Dharma Rucitea telah sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Setelah itu, Lingga dan Rosyid melakukan transaksi sabu di depan Polres Tanjung Perak Surabaya. Dari harga Rp 600 ribu tersebut, Lingga mendapatkan 0,78 gram dan dimasukkan ke dalam tas cangklong miliknya. 

"Setelah mendapatkan sabu tersebut, terdakwa l kembali ke kapal untuk bertemu terdakwa ll (Hendra). Namun, sebelum sampai ke kapal untuk menyerahkan sabu ke terdakwa ll, terdakwa I sudah tertangkap oleh saksi petugas dari Polda Jatim.

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat 1 UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 132 (1) UURI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper