suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Modus Pesan Taksi Online, Mobil Dipinjam Lalu Dijual, Nurdiana Dijebloskan ke Dalam Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Nurdiana, menjalani sidang saksi dan pemeriksaan terdakwa, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Nurdiana, menjalani sidang saksi dan pemeriksaan terdakwa, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang perkara penipuan dengan modus meminjam mobil taksi online namun mobil Suzuki Ertiga tersebut dijual di Madura seharga Rp.20 juta, dengan terdakwa Nurdiana bin Safari alias Sodik, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, secara online, dipimpin hakim ketua Erentua Damanik.

Agenda sidang saksi, JPU Deddy Arisandi dari Kejari Surabaya menghadirkan saksi penangkap Hafid Firmansyah dan Hendro Setiawan unit Resmob Polrestabes Surabaya, Selasa (16/08).

Saksi menerangkan telah menangkap terdakwa Nurdiana di Apartemen Paviliun Permata Mayjend Sungkono Surabaya, Jumat 29 April 2022 jam 04.00 wib.

" Saat kami tangkap, unit tidak ada pada terdakwa, telah dijual seharga Rp.20 juta di Madura." jelas saksi 

Terdakwa Nurdiana, diketahui sebelumnya pernah dihukum dalam perkara pemalsuan surat pasal 263 KUHP, dengan penjara 7 bulan.

Selanjutnya, hakim ketua Damanik menunda sidang pada Selasa pekan depan agenda tuntutan JPU.

Diketahui sebelumnya, hari Kamis 21 April 2022, terdakwa Nurdiana memesan taksi online melalui aplikasi ”in driver” titik jemput Jalan Bromo No. 19 Surabaya menuju ke Hotel Olimpic jalan Urip Sumoharjo Keputran Surabaya.

Driver Eko Purwanto mengantar terdakwa ke tujuan menggunakan Suzuki Ertiga No. Pol L-1894-AAQ, STNK an.Legiwati jalan Petemon Kuburan 32A Sawahan Surabaya.

Selanjutnya hari Sabtu tanggal 23 April 2022, jam 1 siang , terdakwa menghubungi Eko Purwanto, untuk menjemput bos terdakwa di Bandara Juanda, bersama terdakwa minta dijemput di Ultra Medika Jalan Nias 22 Surabaya. 

Terdakwa menelpon Eko jika bosnya sudah ada yang jemput, Nurdiana menyuruh Eko menjemput dirinya di jalan Wonokusumo jaya no 22 Surabaya.

Setelah bertemu, Eko mengantar terdakwa menuju McDonald's jalan Raya Darmo menuju hotel Olympic.

Terdakwa menghubungi Eko minta jemput di sebrang hotel Santika Pandegiling. Setelah sampai, terdakwa meminjam mobil Eko, dengan alasan untuk menjemput bos di lobby hotel Santika, dengan janji kepada Eko setelah menjemput bosnya Eko akan dijemput kembali.

Karena merasa bersikap sopan, maka Eko percaya kepada terdakwa dan meminjamkan mobilnya.Selabjutnya terdakwa hanya berputar dua kali di lobby hotel Santika, lalu membawa kabur mobil Eko Purwanto.

Setelah berhasil membawa lari, terdakwa menjual mobil tersebut ke Aziz Rahmat (DPO) seharga 30 juta, dan ditawar Aziz Rahmat 20 juta, dan terdakwa sepakat, lalu terdakwa mengantar mobil curian tersebut ke sekitar rumah Aziz di Kab. Sampang Madura.

Sesampai di pasar Omben , terdakwa dihampiri dua orang teman Aziz Rahmat, lalu terdakwa menyerahkan kunci mobil, kemudian teman Aziz Rahmat membayar Rp. 19 juta, dengan alasan kaca belakang mobil pecah dan diganti dengan plastik, terdakwa setuju dan menerima uang, terdakwa langsung pulang ke Surabaya.

Yang hasil penjualan mobil curian tersebut, oleh terdakwa dimasukan ke ATM setor tunai, kemudian dibagi ke beberapa temannya, Rp 10 juta untuk terdakwa dipakai untuk membayar hutang dan membeli HP, makan sehari- hari. Yang Rp. 9 juta dibagi kepada Aziz Rahmat (DPO) Rp.2 juta, Cak No Rp. 2 juta, Fendi Rp.2 juta dan Asep Rp. 3 juta.

Karena mobil tak kunjung kembali, saksi Eko menghubungi terdakwa lewat WA, dijawab terdakwa Eko akan dijemput oleh temannya Aziz Rahmat, memakai mobil Mobilio warna putih.Karana tidak datang, Eko kembali menghubungi terdakwa , dijawab " “tidak usah menjemput kesini karena saya sedang menuju ke Hotel Santika”.

Eko menghubungi kembali, terdakwa mengatakan kalau sudah sampai di hotel Santika, namun dilobby hotel terdakwa tidak ada juga. Selanjutnya Eko menghubungi kembali terdakwa sudah tidak ada jawaban lagi. Atas kejadian itu, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Selanjutnya hari Jumat 29 April 2022 jam 04.00 wib, di Apartemen Paviliun Permata Jl. Mayjend Sungkono Surabaya, saksi Hafid Firmansyah dan saksi Hendro Setiawan unit Resmob Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Atas perbuatan terdakwa Nurdiana saksi Eko Purwanto mengalami kerugian sebesar Rp258.000.000,- 

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper