suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pembunuhan Berencana Salah Sasaran di Manukan Tama, Nurhuda Divonis Hukuman 17,5 Tahun

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa pembunuhan, Nur Huda saat mendengarkan agenda putusan hakim, diruang Kartika 1, PN Surabaya secara offline.
Foto: Terdakwa pembunuhan, Nur Huda saat mendengarkan agenda putusan hakim, diruang Kartika 1, PN Surabaya secara offline.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana di Manukan Tama Surabaya, dengan sidang secara offline, dengan terdakwa Nurhuda, dipimpin ketua majelis hakim Ojo Sumarna, diruang Kartika 1 PN Surabaya.

Sidang dengan putusan yang dibacakan hakim Ojo, mengadili, Menyatakan terdakwa Nurhuda terbukti melakukan tindak pidana, "dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana",

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 340 KUHPidana, dalam dakwaan pertama.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 17 tahun dan 6 bulan, dikurangkan selama terdakwa dalam tahanan, dan menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan, Kamis (05/10).

Barang bukti berupa sepeda motor Mio G dan HP, dikembalikan kepada terdakwa.

1 sweter hitam, 1 celana panjang , 1 helm , 1 buah pecahan paving, 1 sandal , 1 celana pendek, 1 buah senter, Dikembalikan kepada keluarga korban.

1 buah flashdisk rekaman CCTV

Tetap terlampir dalam berkas perkara.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Sulfikar, dari Kejari Tanjung Perak, dengan pidana penjara selama 19 tahun.

Melalui penasehat hukumnya, terdakwa Nurhuda menyatakan menerima.

Pada sidang agenda pemeriksaan terdakwa diketahui kalau Nurhuda memiliki dendam justru kepada bosnya Yuliana pemilik toko di kota Probolinggo tempat terdakwa bekerja, dirinya merasa jengkel karena dipecat dari pekerjaannya, Yuliana adalah ponakan dari korban Suyatio Alias Shien Chuan. 

Lucunya terdakwa Nurhuda, merasa dendam dan sakit hati dengan bosnya Robert dan Yuliana di Probolinggo, Karen dipecat,tapi dilampiaskan rasa dendamnya justru ke korban Suyatio, atas bujukan temannya bernama Andre, yang sampai sekarang masih DPO.

Diketahui sebelumnya, perbuatan terdakwa pada hari Jumat (7/1/2022) di Jalan Manukan Tama A-3 Nomor 6, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, bersama dengan Andre (DPO) mendatangi rumah korban Suyatio Alias Shien Chuan. Di sana, keduanya berniat untuk melakukan balas dendam karena sudah dipecat oleh Juliana Widjaya, yang notabene keponakan dari korban, Suyatio.

Kemudian, terdakwa mengawasi dan memastikan kondisi sekitar rumah korban Suyatio dalam keadaan aman dan sepi. Selanjutnya, terdakwa mengambil pecahan paving di sekitar lokasi.

"Setelah itu, berjalan menuju rumah korban Suyatio Als Shien Chuan (alm). Setelah tiba di rumah korban, terdakwa mematikan saklar listrik dari luar dan berharap agar korban keluar dari ruko untuk menyalakan saklar listrik.

Namun, setelah terdakwa menunggu sekitar 10 menit, korban tidak keluar dari rumah. Sehingga, terdakwa kembali ke seberang jalan untuk mengawasi.

Kemudian, pada pukul 03.42 WIB, Suyatio keluar dari rumah dan menyalakan saklar listrik. Saat itu lah, terdakwa kembali menyebarang jalan dan mematikan saklar listrik lagi. 

Namun, tak lama kemudian, korban yang hendak keluar dari rumah untuk menyalakan saklar listrik mendapat kejutan tak terduga. Seketika, setelah membuka pintu, terdakwa langsung memukul mata korban sebanyak 4 kali menggunakan tangan kanan. Lalu, memukul hidung korban sebanyak 3 (kali dan 7 kali pada kepala korban menggunakan potongan paving yang dibawanya.

"Selanjutnya, terdakwa mengatakan kepada korban Suyatio Als Shien Chuan (alm) 'aku nduwe masalah ambek cece Yuliana ngerti kon' dan korban dalam keadaan bersimbah darah merangkak sambil berteriak meminta tolong," 

Namun, terdakwa langsung memukulkan paving pada bagian belakang kepala korban sampai tidak berdaya. Setelah korban tidak bergerak, terdakwa langsung meninggalkan korban di dalam rumahnya.

"Berdasarkan hasil Visum Et Repertum (jenazah) Nomor KF 22.0011 pada hari Jumat tanggal 07 Januari 2022 pukul 14.05 WIB atas nama Suyatio yang dibuat dan ditandatangani oleh dr. Edy Suyanto sebagai dokter pemeriksa dengan kesimpulan, kepucatan pada kedua selaput lendir kelopak mata, selaput lendir bibir atas dan bawah, kuku-kuku kedua ujung jari tangan dan kaki, luka memar pada kepala kanan, mata kanan dan kiri, hidung pipi kanan, dada kiri," tuturnya.

Selain itu, korban juga mengalami luka robek pada kepala bagian atas dan belakang, dahi kiri, pelipis mata kiri, kelopak mata bawah kanan dan kiri, patah tulang tertutup pada hidung, sampai pipi, dan iga dada kiri.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper