suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bunuh Anak Kandung Berusia 5 Bulan, Dibiarkan 3 Hari Hingga Dikerubungi Belatung, Eka Sari Yuni Diperiksa Sebagai Terdakwa

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Eka Sari Yuni Hartini (25), ibu kandung sadis pembunuhan anaknya,menjalani sidang agenda pemeriksaan di ruang Garuda 2 PN.Surabaya.Senin (10/10/2022).
Foto: Terdakwa Eka Sari Yuni Hartini (25), ibu kandung sadis pembunuhan anaknya,menjalani sidang agenda pemeriksaan di ruang Garuda 2 PN.Surabaya.Senin (10/10/2022).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Terdakwa perkara pembunuhan bayinya sendiri yang masih berusia 5 bulan,Eka Sari Yuni Hartini (25),bukannya ibah saat anaknya tidak bergerak usai disiksa dipukul dipunggung dan dada, juga melempar bayinya di tempat tidur, justru ibu sadis tersebut meninggalkan bayinya yang sekarat, pergi ngelencer ke Jogyakarta bersama suaminya ( ayah di bayi malang tersebut ), dengan agenda pemeriksaan terdakwa, diruang Garuda 2 PN.Surabaya, Senin (10/10/2022).

Dalam agenda pemeriksaan terdakwa, Eka Sari mengetahui kalau anaknya Daffa meninggal dari ibunya

" Saya tau dari ibu saya, kalau Daffa sudah gak ada nyawa nya," katanya.

Selanjutnya terdakwa naik ke atas mengecek keadaan anaknya usai disiksa dirinya, memang sudah meninggal.Terdakwa Eka mengaku kalau telah memukul bayinya menggunakan tangan kena pada punggung dan dada juga dilempar ke tempat tidur,

" Saya memang memukul anak saya pada punggungnya dua kali, dan dadanya satu kali, sama saya lempar ke tempat tidur, bukan ke tembok pak hakim, saya mandikan lalu saya lempar ke kasur," ujarnya tanpa penyesalan.

Pada pukul 5 pagi terdakwa mengecek anaknya naik keatas sudah tidak bernafas, kondisi anaknya sekarat, justru terdakwa pergi ke jogya bersama suaminya berangkat subuh, dari hari Kamis malam, Jumat sampai hari Sabtu.

Terdakwa mengatakan kalau anaknya dititipkan ibunya, saat dirinya bertengkar dengan suaminya, guna melampiaskan kekesalannya terdakwa slalu menghajar anaknya sejak masih usia 3 bulan hingga 5 bulan dan akhirnya meninggal.

"Setiap tengkar sama suami saya lampiaskan ke anak, Setiap lihat Daffa saya lihat suami saya, saya siksa anak.saya," katanya.

Terdakwa juga sering minum minuman keras, guna pelampiasan kekesalannya dengan suaminya yang juga sering main tangan kepadanya, lalu disaat anaknya yang kedua itu menangis terus, terdakwa tidak betah dan jengkel, hingga tega memukul anaknya hingga meregang nyawa.

Terdakwa menyesal, justru hakim merasa heran, anak sudah sekarat bukannya dibawa ke rumah sakit malah dibuatkan tiga hari, hingga keluar belatung.

Diketahui, terdakwa Eka Sari Yuni Hartini diadili sebagai pelaku pembunuhan Daffa, bayi kandungnya sendiri yang masih berusia 5 bulan. Saat bayinya meninggal dunia, Eka Sari justru liburan ke Yogyakarta sehingga jasad korban ditemukan membusuk, menghilang tubuhnya dan keluar belatung. 

Kasus ini bermula saat Eka Sari menitipkan bayinya ke rumah ibu kandungnya Eti Suharti Basri di Gang Anggur, Siwalankerto Tengah. Bayi itu kemudian meninggal dan Eti Suharti Basri melaporkan kepada Eka soal insiden itu pada Kamis (23/6/2022).

Terdakwa Eka Sari disebut sempat mengecek bayinya yang meninggal. Namun bukannya berkabung dan mengurus jasad bayinya, tersangka Eka Sari malah pergi liburan ke Yogyakarta.

Sebelum berwisata ke Jogja, terdakwa Eka Sari sempat berpesan kepada ibu kandungnya, Eti Suharti Basri agar tidak melaporkan meninggalnya bayinya kepada siapa saja. Terdakwa Eka Sari juga mengancam akan membunuh Eti Suharti Basri apabila berani buka mulut.

Ancaman pembunuhan terdakwa Eka Sari kepada ibu kandungnya tersebut dibenarkan oleh pihak kepolisian. Oleh sebab itulah Eti Suharti Basri sempat menunda melaporkan sehingga jasad bayi Daffa yang membusuk, menghilang tubuhnya dan keluar belatung. 

Polisi yang turun tangan melakukan penyelidikan lantas menemukan fakta bahwa bayi Daffa meninggal dunia akibat sempat dibanting ke kasur sebanyak dua kali oleh terdakwa Eka Sari.

Bantingan itu membuat bayi Daffa mengalami pecah pembuluh darah. Hal inilah yang menjadi sebab si bayi Daffa meninggal dunia.

Hasil penyidikan polisi, saat bayi Daffa dibanting langsung terdiam. Namun terdakwa Eka Sari tidak puas sehingga dia membalikkan badan bayi Daffa dan memukul di bagian punggung dengan tangan kosong.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper