suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli 22 Burung Dilindungi, Dijual Lagi di Rungkut, Setha Danu Ganti Dikurung Dalam Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Sheta Danu Saputro, menjalani sidang agenda dakwaan dan saksi penangkap, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Sheta Danu Saputro, menjalani sidang agenda dakwaan dan saksi penangkap, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard
Surabaya, suara publik - Sidang perkara pidana dengan sengaja berdagang satwa dilindungi di toko burung Rumah Konin jalan Wonorejo Timur No. 4 Kec. Rungkut Surabaya, ditemukan 22 ekor burung satwa hidup 9 ekor Cica Daun Besar ( Chloropsis Sonnerati ) dan 13 ekor Serindit Melayu ( Loriculus Galgulus ) yang dibeli secara online di pasar burung Pramuka Jatinegara Jakarta Timur, dengan terdakwa Sheta Danu Saputro, diruang Candra PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Taufik Tatas, secara online.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rista Erna Soelistiowati dari Kejati Jatim, menyatakan terdakwa telah melakukan tindak pidana "dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup."

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P-20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Selanjutnya saksi penangkap dari Ditreskrimsus Polda Jatim, Yudi Purwojatmiko menerangkan bahwa telah menangkap terdakwa di dala. Rumahnya, " Saat kami Patroli rutin, di jalan Rungkut Surabaya, kami menangkap menemukan sebuah toko burung ' Rumah Konin' kami menemukan 22 ekor burung satwa yang dilindingi, dijual bebas tanpa.memiliki ijin ," katanya.kamis (15/12).

Setelah dilakukan penggeledahan, terdakwa Setha dibawa ke Ditreskrimsus Polda Jatim, sementara barang bukti 22 ekor burung satwa dilindungi dievakuasi dititipkan ke kantor BBKSA Provinsi Jawa Timur.

Terhadap keterangan saksi polisi, terdakwa Setha Danu Saputro membenarkan semuanya. 

Diketahui sebelumnya pada hari Kamis tanggal 18 Agustus 2022 petugas kepolisian dari unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim sedang melaksanakan kegiatan patroli di sekitar daerah Rungkut Surabaya.

Didapati toko burung Rumah Konin di jalan Wonorejo Timur No. 4 Kec. Rungkut Surabaya milik terdakwa Setha digunakan berdagang satwa dilindungi.

Selanjutnya saksi Yudi Purwojatmiko dan M.Fikri Laudi petugas Ditreskrimsus Polda Jatim, lakukan pemeriksaan di toko burung Rumah Konin, dilakukan penggeledahan ditemukan 22 ekor burung satwa hidup 9 ekor Cica Daun Besar ( Chloropsis Sonnerati ) dan 13 ekor Serindit Melayu ( Loriculus Galgulus ).

Terdakwa Setha tidak dapat menunjukan ijin dari pihak yang berwenang serta terdakwa tidak memiliki ijin penangkaran 22 ekor burung satwa hidup dilindungi.

Selanjutnya 22 ekor burung tersebut dievakuasi, dititipkan ke kantor BBKSA Provinsi Jawa Timur.

Terdakwa membeli burung Cica Daun dan Serindit Melayu secara online di pasar burung Pramuka Jatinegara, harga burung Cica Daun per ekornya Rp. 540.000,- melalui akun atas nama Sigit Pramuka.

Untuk burung Serindit Melayu per ekornya Rp. 70.000,- dari akun atas nama Abadi Bird Shop.

Burung burung tersebut oleh terdakwa dipelihara untuk djual lagi, untuk burung Cica Daun Besar dijual per ekor Rp. 600.000,-, Untuk burung Serindit Melayu dijual per ekor Rp. 100.000,- 

Satwa-satwa di alam akan semakin menurun, jika dibiarkan menyebabkan kepunahan terhadap jenis satwa-satwa tersebut. Dampaknya terhadap lingkungan dengan punahnya suatu jenis satwa menyebabkan rantai ekosistem akan terganggu dan akan menyebabkan dampak negatif bagi kehidupan manusia.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper