suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Keluhkan Oknum LSM dan Wartawan Yang Mencari-cari, Begini Tanggapan Aris Ketua LSM FPSR

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard
GRESIK, (suarapublik.com) - Buntut dari keluhan Kepala Desa Gadingwatu, Menganti, Gresik, Madi (50), tentang banyaknya oknum LSM dan wartawan, yang terkesan mencari-cari kesalahan di Pemerintahan Desa, keluhan Madi itu disampaikan pada saat mengikuti acara, Jum'at Curhat, yang diadakan oleh Polres Gresik, di Edu Wisata Lontar Sewu, Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Gresik. Jum'at (20/1/202).

Madi menyampaikan, Ia merasa terganggu dengan keberadaan oknum LSM/Media, yang kerap mengusik jalannya pemerintahan. Namun, Madi tidak menyampaikan dengan detail program apa saja, yang kerap disorot oleh oknum LSM/media itu.

Menanggapi hal itu, Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan, menyampaikan dengan santai," itu hak mereka, mau wadul ke siapapun ya sah-sah saja, kami berjalan Ini sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami,"papar Aris dengan santai, saat ditemui di sebuah Warkop.

Yang perlu digaris bawahi, lanjut Aris, pepatah mengatakan, tidak ada asap kalau tidak ada api, pepatah ini menggambarkan kinerja teman-teman Kades, kalau mereka menjalankan pemerintahan sesuai regulasi, mungkin rekan-rekan LSM/media juga baik-baik saja. Tapi kalau ada informasi dari masyarakat tentang buruknya pelayanan dan dugaan penyelewengan, kami tidak akan kasih ampun, kami akan kirim laporan hingga Aparatur Penegak Hukum (APH) pusat,"tandas Aris.

"Kami sadar, jadi seorang Kades itu tidak murah, modalnya itu luar biasa, ratusan juta hingga miliaran, bahkan mereka berani menaruhkan seluruh asetnya untuk sebuah jabatan Kades, dalam perjalanan money politik. Nah, kalau sudah begini siapa yang akan di salahkan, toh, mereka (Kades- red) itu tidak ada yang menyuruh untuk mengikuti kontestasi, itu atas kemauannya sendiri,"ungkap Aris.

Disinggung tentang desas desus bahwa jabatan kepala desa, bukan kemauan dari personal yang terpilih, Aris mengatakan itu bohong, Ingat ! Ini Indonesia, sudah mengakar dan mendarah daging. Kalau tidak ada embel-embelnya, Data Pemilih Tetap (DPT) tidak akan mencoblosnya, pasti mencoblos yang ngasih embel-embel. Kalau menurut saya, dengan modal Pilkades yang cukup fantastis besar, yang jelas ya mengharap kembali, menungso mas, ojo sok suci padahal...?, Matur nuwun mas, tak jalan dulu,"pungkas Aris.(imam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper