suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

BELI SABU 1 POKET MAU DIPAKAI BERSAMA PENJUALNYA, TERDAKWA ALVIN YUDA CAHYANA DIADILI, JPU HADIRKAN SAKSI PENANGKAP

avatar suara-publik.com
Foto : Terdakwa Alvin Yuda Cahyana, menjalani sidang agenda dakwaan, di ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara online dan saksi penangkap M.Alfin Nauval, Anggota Polsek Asemrowo Surabaya
Foto : Terdakwa Alvin Yuda Cahyana, menjalani sidang agenda dakwaan, di ruang Garuda 2 PN Surabaya, secara online dan saksi penangkap M.Alfin Nauval, Anggota Polsek Asemrowo Surabaya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suarapublik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, sebanyak 1 poket, membeli untuk dipakai bersama penjualnya, dengan terdakwa Alvin Yuda Cahyana, bin Maryudi (alm), warga Gedangan Sidoarjo, pekerjaan Supir Ekspedisi, pendidikan SMK, di ruang Garuda 2 PN Surabaya, di pimpin ketua majelis hakim Erentua Damanik, secara Vidio Call.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, dari Kejari Tanjung Perak, Menyatakan Terdakwa Alvin Yuda Cahyana, melakukan tindak pidana, “tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman“ "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika" Atau,"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika"

Selanjutnya JPU menghadirkan saksi penangkap M.Alfin Nauval, anggota Polsek Asemrowo, menyatakan, "Pada 21 Juli 2023, kami menangkap terdakwa di Jalan Karah, ditemukan 1 poket sabu 0,38 gram, dikantong celana, diakui untuk dipakai sendiri, membeli dari Bagong (DPO) seharga 200 ribu," terang saksi. Terhadap keterangan saksi, terdakwa Alvin Yuda Cahyana, membenarkan, "Benar yang mulia," katanya. Pada hari Selasa 20 Juni 2023, Jam 22.00 wib, Bagong (DPO), menghubungi terdakwa Alvin Yuda Cahyana melalui HP, bermaksud membeli 1 poket sabu. Terdakwa menyetujui membeli sabu seharga 200 ribu, akan dibayar 50 ribu dulu, sisanya dibayar satu minggu lagi. Terdakwa meminjam uang 50 ribu ke Kemplo (DPO), untuk membayar sabu, jika sudah mendapat sabu nya.

Terdakwa membayar sabu melalui aplikasi OVO milik teman Bagong (DPO), Selanjutnya menghubungi terdakwa, ambil sabu secara ranjau disepakati di letakkan di daerah Ketintang Madya Surabaya, Sebanyak 1 poket seberat 0,34 gram serta pembungkusnya, dibungkus dalam 1 bungkus wadah rokok gudang garam surya 12 dalam tissue. Setelah berhasil mengambil sabu, terdakwa pulang kerumahnya, sampai di Jalan Karah terdakwa ditangkap oleh saksi Novriandi dan saksi M.Alfin Nauval, anggota polisi Polsek Asemrowo. Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 poket sabu 0,34 gram serta pembungkusnya, dalam kotak rokok dalam tissue dan 1 Handphone merk Viboa V5 Lite warna putih ditemukan di saku celana depan sebelah kiri yang terdakwa pakai. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper