suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sidang Lanjutan Pencurian di Pegadaian Elektronik 34 Hp dan Uang Rp12 Juta, Egi dan Juned Buron, Terdakwa Setia Irawan Dihukum 22 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Terdakwa Setia Irawan, menjalani sidang perkara pencurian dengan agenda putusan hakim melalui video call.di ruang Kartika 2 PN Surabaya
Terdakwa Setia Irawan, menjalani sidang perkara pencurian dengan agenda putusan hakim melalui video call.di ruang Kartika 2 PN Surabaya
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Terdakwa Setia Irawan, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, setelah turut serta dalam aksi pencurian di Pegadaian Elektronik Jalan Pogot 135 Surabaya. Terdakwa menjalani sidang di Ruang Kartika 2 PN Surabaya, di dakwa melakukan pencurian sebanyak 34 unit Hp dan uang sebesar Rp12.925.000.

Dalam agenda putusan yang dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Widiarso, mengadili, menyatakan, Terdakwa Setia Irawan bin Sakim telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pencurian dalam keadaan memberatkan, "Sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 363 Ayat (2) KUHPidana."

Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Setia Irawan dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 10 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan.

Menyatakan barang bukti, 1 buah handphone OPPO A17 warna biru, 1 buah handphone OPPO A-17 warna hitam, 1 buah Handphone OPPO Reno 8, 1 buah handphone Realme 10. Dikembalikan kepada Saksi Liem Sien Hwat.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Astrid Ayu P, dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. 

Sidang sebelumnya, JPU Astrid Ayu menghadirkan 2 orang saksi, Liem Sien Hwat dan M Sukron, Liem menerangkan, kehilangan 34 unit Hp dan uang Rp12.935.000, di gudang lantai 2. 

"Uang di safety box hilang dan barang di gudang diambil terdakwa. Kejadiannya dinihari yang mulia," kata Liem kepada Ketua Hakim Widiarso. 

Saat ditanya Ketua Majelis Hakim apakah ada yang jaga, Saksi Liem menjawab ada. "Ada yang mulia, Sukron yang jaga dan ada CCTV di lantai dua. Kunci hanya di lantai satu sedangkan di lantai dua gudang tidak dikunci karena ada CCTV," kata saksi Liem. 

Saksi Liem menjelaskan bahwa dalam CCTV tidak terlihat ada pelaku yang mencuri, dikarenakan CCTV ditutup dengan kain oleh pelaku. "Tidak kelihatan yang ambil yang mulia, CCTV ditutup kain," bebernya. 

Saksi lain, M Sukron tidak mengetahui siapa yang mengambil barang di gudang dan uang di safety box. Ia mengaku saat itu tertidur di lantai 2. "Tidak ada kerusakan di pintu yang mulia. Saya baru tau pagi 34 Hp dan uang di safety box hilang," kata Sukron. 

Terdakwa Setia mengungkapkan, bahwa dirinya tidak masuk ke dalam, Ia dan Juned (DPO) hanya mengawasi di sekitar lokasi kejadian. "Yang masuk Egi (DPO) saya hanya bertugas mengawasi lingkungan sekitar," ujarnya.

Diketahui, pada Kamis, 22 Juni 2023, pukul 23:00 Wib, Terdakwa Setia Irawan bersama Juned, saat itu Egi (DPO) datang dan mengajak keduanya "Ayo melok mbobol aku" dan Jam 23:30 Wib, mereka pergi ke Pegadaian Elektronik Jalan Pogot no 135. 

Usai masuk, Egi (DPO) berhasil keluar dengan membawa 3 tas kantong berisi 34 Hp dan uang sejumlah Rp 12.925.000 yang disimpan dalam safety box. Juned (DPO) membantu mengambil 3 kantong tersebut dari lantai 1 dan karena panik, ada sekitar 3 sampai 5 handphone yang jatuh dan ditinggalkan di tempat kejadian perkara yang kemudian terdakwa bersama Egi (DPO) dan Juned (DPO) bergegas menuju ke kos Juned yang berada di daerah Tambak Mayor. 

Kemudian terdakwa mendapatkan 3 handphone yaitu OPPO Reno 8, Realme dan Samsung terdakwa gadaikan di daerah Banyuurip dan uang hasil gadai tersebut, terdakwa gunakan untuk keperluan sehari-hari. Sementara sisa handphone yang lainnya dan uang Rp12.925.000, dibawa Egi (DPO). Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Liem Sien Hwat mengalami kerugian Rp81.125.000. (sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper