suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jual Pupuk Subsidi Pemerintah, Suroso Tak Ditahan, Jaksa: Ancaman Hukumannya 6 Bulan Penjara

Foto: Terdakwa Suroso (56), tidak dilakukan penahanan menjalani sidang agenda polisi penangkap, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara offline
Foto: Terdakwa Suroso (56), tidak dilakukan penahanan menjalani sidang agenda polisi penangkap, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara offline
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana, membeli pupuk bersubsidi pemerintah jenis pupuk Urea dan pupuk NPK Phonska bersubsidi, yang bukan sebagai distributor dan pengecer pupuk, dengan Terdakwa Suroso (56), warga Dusun Dawe RT 032/RW 011, Desa Bobol Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, pendidikan SD tidak tamat, d Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Taufan Mandala secara offline.

Dalam agenda dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bunari dari Kejati Jatim, menyatakan, Terdakwa Suroso (56), telah melakukan tindak pidana, selain Produsen, Distributor dan Pengecer di larang menjualbelikan pupuk bersubsidi.

Baca Juga: Kirim Kayu Ilegal, Amir Dihukum 7 Tahun Bui dan Denda Rp10 M, CV. AM Didenda Rp10 M dan Ditutup

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 6 ayat (1) huruf d Jo Pasal 1 sub 3e Undang-Undang Darurat Nomor 7 Tahun 1955 tentang Pengusutan, Penuntutan dan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo Perpu Nomor 8 Tahun 1962 tentang Perdagangan Barang-Barang dalam Pengawasan Jo pasal 2 ayat (1) Peraturan Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No.77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi sebagai Barang dalam Pengawasan jo Pasal 21 ayat (2) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor: 15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian jo pasal 2 ayat (2) Peraturan Menteri Pertanian No.10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetepan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi di Sektor Pertanian".

Selanjutnya, Jaksa Bunari menghadirkan Saksi penangkap yakni Yulianto, SH dari anggota Polda Jatim Unit Subdit IV Tipiter.

Yulianto mengatakan, penangkapan terdakwa bermula adanya informasi, jika ada penjualan pupuk yang melebihi harga yakni sekitar Rp260 ribu. Kemudian kita tindak lanjuti dengan membeli pupuk tersebut kepada terdakwa di rumahnya di daerah Dusun Dewe Kabupaten Bojonegoro.

Untuk harganya sekitar Rp120 ribu per sak untuk pupuk Urea dan untuk pupuk NPK harganya sekitar Rp115 ribu per sak dan dijual terdakwa dengan harga Rp260 ribu.

"Petugas menemukan barang bukti pupuk 200 sak pupuk bersubsidi dengan jenis Urea dan 133 sak pupuk NPK Phonska," terang Yulianto di hadapan majelis hakim.

"Sudah berapa lama terdakwa menjual pupuk bersubsidi dan terdakwa belinya dari siapa?" tanya hakim.

"Izin yang mulia, tidak tahu, karana saat dilapangan tidak menayakan, kami hanya melakukan penangkapan saja," kata saksi penangkap.

Baca Juga: Kakak-Adik Jual Sabu 6 Gram, Isol Buron, Terdakwa Rangga dan Tri Sandi Dituntut 8 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Terhadap keterangan saksi polisi Terdakwa Suroso membenarkannya, "Benar yang mulia," katanya.

Dalam pemeriksaannya, Terdakwa Suroso mengatakan, bahwa benar telah menjual pupuk bersubsidi dengan alasan para petani banyak yang pesan. "Saya beli pada seorang yang kenalnya diwarung-warung dan baru menjual pupuk sekitar bulan sepuluh (Oktober) 2023. Sudah 3 kali menjual pupuk," jelas terdakwa.

Selepas sidang Jaksa Bunari menjelaskan kenapa terdakwa tidak dilakukan penahanan, "Ya benar tidak ditahan karena ancaman hukuman nya 6 bulan penjara," terang Bunari kepada media.

Diketahui, Terdakwa Suroso kenal dengan Suryono alias Kirun biasa menjual pupuk subsidi kepada terdakwa. Kemudian Sopirnya Suryono alias Kirun Delly memberikan kontak Hp Terdakwa Suroso kepada H. Rizal alias Meduro Abuk (DPO).

Baca Juga: Debitur Cluster 1 dan 2 Bank Jatim Diatas Rp100 Juta, Target Awal MAKI Jatim Dalam Pelaporan Hukum

Kemudian bulan Januari 2023, terdakwa dihubungi oleh H. Rizal alias Meduro Abuk (DPO) menawarkan pupuk Urea bersubsidi dan pupuk NPK Phonska bersubsidi. Lalu terdakwa membeli pupuk NPK Phonska Rp260.000/sak dan pupuk Urea Rp260.000/sak.

Terdakwa membeli pupuk bersubsidi dari Rizal aliqs. Meduro Abuk (DPO) sebanyak 134 sak /6,7 Ton @ 50 kg pupuk UREA dan 68 sak /3,4 Ton @ 50kg pupuk NPK Phonska.Terdakwa Suroso menjual pupuk bersubsidi tersebut tidak dibenarkan karena terdakwa bukan Distributor dan Pengecer.

Selanjutnya petugas kepolisian dari Polda Jatim Unit I Subdit IV Tipiter melakukan penangkapan dan melakukan interogasi terhadap Terdakwa Suroso, ternyata benar terdakwa tidak memiliki badan usaha perdagangan pupuk bersubsidi, bukan merupakan kios resmi pupuk bersubsidi pemerintah

Bahwa barang berupa 200 sak/10 Ton @ 50Kg pupuk bersubsidi dengan jenis Urea dan 133 sak/6,65 Ton @ 50 kg dan NPK Phonska 67 sak/3,35 Ton @ 50 kg, Terdakwa Suroso diamankan petugas kepolisian Polda Jatim untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper