suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Sekongkol Curi Limbah B3 RS Soewandhie, Harisun Buron, Supandi Dituntut 1 Tahun Penjara

Terdakwa Supandi (37), menjalani sidang agenda Tuntutan JPU di Ruang Kartika 2 PN Surabaya.
Terdakwa Supandi (37), menjalani sidang agenda Tuntutan JPU di Ruang Kartika 2 PN Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com)  -  Sidang perkara pidana secara bersekongkol untuk mencuri Limbah B3 milik Rumah Sakit Soewandie, Jalan Tambakrejo No 45-47 Surabaya, yang berada di Laboratorium Radiologi berupa sapti box warna kuning yang dilapisi kresek hitam berisi jarum suntik dan lainnya, yang dibuang oleh Zainal Abidin, menuju ke TPS makam WR. Soepratman, seolah- olah suatu penemuan, yang diviralkan dalam pemberitaan di media, bertujuan mendapatkan kerjasama dengan pihak RS. Soewandie Surabaya, dengan Terdakwa Supandi bin Ach.Sabit (alm) (37) warga Tenggumung Wetan Garuda II/7A Wonokusumo Surabaya, bersama dengan Zainal Abidin (berkas terpisah) dan Harisun yang masih buronan sampai sekarang, diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Abu Achmad Sidqi Ansya.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ahmad Muzakki dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Supandi  terbukti bersalah melakukan tindak pidana, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.  "Sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 362 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: Kulakan Sabu 3 Poket untuk Dijual lagi dan Dipakai Sendiri, Erik Ardianto Jadi Pesakitan

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 1 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan barang bukti,
1 buah Hp merk Samsung Type J8 warna hitam, dirampas untuk dimusnahkan.

Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin, 19 Pebruari 2024, dengan agenda putusan hakim.

Pada sidang sebelumnya, saat pemeriksaan terhadap terdakwa, hakim menanyakan kepada terdakwa, "Ada masalah apa kamu disidangkan di sini," tanya hakim.

"Ada masalah 362, lalu saya diperiksa sebagai saksi pencurian awalnya, saya gak tau, saya mengelak, memang saya tanda tangan saat diperiksa polisi," katanya.

"Saya mengenal Zainal (dalam berkas penuntutan terpisah, red) diwarung kopi, kabarnya dia membuang sampah limbah medis di tong sampah WR. Supratman, Zainal yang mendorong gerobak sampah ke TPS, diambil zainal dari ruang laboratorium RS. Soewandie," katanya.

"Saya cerita kepada Jefry penemuan limbah itu, yang sudah ada di TPS, yang janjikan uang bukan saya, tapi Haris (Harisun DPO, red) buat berita untuk kerjasama dengan RS Soewandie," katanya,

"Kamu beritakan, supaya bisa kerjasama, profesi kamu apa, anggota PWI, atau AJI atau apa?," tanya hakim,
"saya jurnalis, anggota KJJT yang mulia,"
"apa singkatan KJJT itu, kewajiban jurnalis itu kalau dapat suatu berita atau temuan harusnya apa, apa sudah dikonfirmasi ke pihak yang akan ditulis," tanya hakim.

"Yang konfirmasi sudah, Jefry yang mulia, saya tinggal mengutip saja,"

Baca Juga: Curi Dompet dan Gasak Isi ATM Majikannya Rp42 Juta, Achmad Safudin Dihukum 22 Bulan Penjara

"Jefry itu siapa, jurnalis juga, mengutip berita tanpa dikonfirmasi lagi itu benar atau salah, tau tidak siapa yang tanggung jawab pembuangan limbah, apa dipemberitaan disebut juga nama RS nya, apa kamu tau pembuangan limbah medis itu ditenderkan dengan pihak swasta," tanya hakim lagi.

"Jefry jurnalis yang menulis, dalam berita itu nama RS disebutkan juga, saya tidak tau tender Rumah Sakit  pembuangan limbah ditenderkan ke pihak swasta," elak terdakwa.

Diketahui terdakwa kenal Zaenal Abidin sejak Maret 2023, di warung idaman sebelah RS. Soewandie Surabaya. Terdakwa Zainal dan Harisun (DPO) sedang ngopi bersama. Terdakwa pernah hubungi Zainal tentang kejadian di RS. Soewandie, terkait kardus limbah yang dijual ke pihak ke 3.

30 Juli 2023, Zainal Abidin informasikan ke terdakwa, “Hari Senin box medis datang mas Fendi...” juga informasikan pembuangan limbah medis di TPS, namun di rahasiakan Zainal Abidin.

14 Agustus 2023, Zainal Abidin memfotokan limbah non medis ke terdakwa, dan dijawab " yaa, ada lagi seperti infus dan lainnya kan banyak” Zainal mengatakan limbah medis B3, dari Laboratorium Radiologi, dan memberikan foto limbah medis sapti box warna kuning di lapisi kresek hitam, berisi jarum suntik, yang di bawa Zainal Abidin.

Baca Juga: Dikenal Temperamental di Kampung, Aniaya Korban Hingga Memar, The Victor Jadi Pesakitan

Pukul 11.04 wib, Zainal Abidin
menunggu terdakwa di warung kemudian terdakwa bersama Harisun (DPO) menuju ke warung kopi untuk mengambil sampel limbah medis B3 berupa sapti box warna kuning yang dilapisi kresek hitam berisi jarum suntik dan lainnya, Harisun menjanjikan uang 200 ribu kepada Zainal Abidin.

Pukul 13.14 wib setelah menerima limbah medis B3 tersebut dari Zainal Abidin, terdakwa bersama Harisun (DPO) menuju ke TPS makam WR. Soepratman bertujuan menciptakan kondisi bahwa limbah medis B3 berupa sapti box warna kuning yang dilapisi kresek hitam berisi jarum suntik dan lainnya.

Menunjukkan dan membuka limbah medis B3 tersebut ke petugas sanitasi saat membuang limbah non medis di TPA Tambakrejo Surabaya. Harisun (DPO) merekam menggunakan handphone miliknya, kegiatan pembuangan limbah non medis dilakukan oleh RS. Dr. Soewandhi menggunakan dorkas.

Selanjutnya, Zainal Abidin mengirim pesan ke Terdakwa mengatakan “naik yaa mas...berita di Up yang pean post” maksudnya Zainal menginginkan berita limbah medis B3 berasal dari Laboratorium atau Radiologi di RS. Soewandi akan diberitakan ke media elektronik, yang dilakukan Zainal Abidin perintah dari Terdakwa dan Harisun (DPO).

Akibat perbuatan terdakwa, RS. Dr. Soewandhi mengalami kerugian Rp. 898.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper