suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Diberi Upah Rp300 Ribu buat Ranjau Sabu 10 Gram, Yudha Eko Dihukum 7 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar Nyatakan Banding

Foto: Terdakwa Yudha Eko Setiawan (32), menjalani sidang dengan agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call dan Saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya, Agus Supriyanto saat dipersidangan
Foto: Terdakwa Yudha Eko Setiawan (32), menjalani sidang dengan agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call dan Saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya, Agus Supriyanto saat dipersidangan
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sebanyak 10 Gram, yang didapat dari Dayat (DPO), sabu dibagi lagi sesuai pesanan dan diranjau kepada pembelinya dengan Terdakwa Yudha Eko Setiawan alias Gidel bin Bambang Ismanto (32), warga Balas Klumprik, Wiyung, Surabaya, Pendidikan SMK, di Ruang Garuda 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call

Sidang dengan agenda putusan yang dibacakan, Ketua Majelis Hakim, Mangapul, mengadili,
menyatakan Terdakwa Yudha Eko Setiawan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana,
tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Penuntut Umum melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika," Dakwaan Kesatu Jaksa Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Yudha Eko Setiawan dengan pidana penjara selama 7 tahun, dan denda Rp1 Miliar, Subsidair 3 bulan penjara. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, menetapkan Terdakwa tetap ditahan." Selasa, (05/03/2024).

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Raiyan Novandana Syanur Putra dari Kejari Tanjung Perak, dengan pidana penjara selama 8 tahun, 8 bulan dan denda Rp1 Miliar, Subsidair 6 bulan penjara.

Terhadap putusan hakim, Terdakwa Yudha Eko Setiawan, melalui Penasehat Hukumnya akan mengajukan banding, "Kami banding yang mulia," katanya.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi penangkap dari Polestabes Surabaya, Agus Supriyanto, yang mengatakan, "Kami menangkap terdakwa yang merupakan TO lama kita, berhasil ditangkap di Perum.Pondok Jati Sidoarjo, dilakukan geledah badan, ditemukan 4 poket sabu (5,17, 3,37,1,12, 0,98 Gram), dibungkus masker dalam saku celana, diakui barang dari Dayat (DPO), dan ada uang Rp40 ribu hasil penjualan," terang saksi.

Terdakwa Yudha mengaku mendapat upah Rp300 ribu sekali ambil sabu, di daerah Pondok Maritim, Wiyung, handphone untuk menghubungi Dayat. Terdakwa pernah dihukum dengan perkara sabu, selama 4 tahun penjara.

Diketahui, 01 Oktober 2023, Jam 23:30 Wib, Terdakwa Yudha Eko Setiawan mendapatkan sabu dari Dayat alias Siho (DPO) di daerah Taman Bungkul Surabaya sebanyak 10 Gram. Terdakwa diperintah Dayat (DPO) mengantar cara di ranjau.

Dayat Alias Siho (DPO) menghubungi terdakwa untuk mengirim sabu, Senin, 2 Oktober 2023, Jam 16:30 Wib mengirim 1 poket sabu sebanyak 3 Gram, cara ranjau di Pondok Maritim Surabaya.
Jam 18:00 Wib mengirim 1 poket sabu sebanyak 2 Gram diranjau daerah Wiyung Surabaya, setelah itu ada yang mengambil terdakwa menginfokan ke Dayat.

Terdakwa mendapatkan lagi sabu sebanyak 5 Gram dari Dayat Alias Siho (DPO) di daerah Kenjeran Surabaya. Terdakwa melakukan pengiriman sabu mendapat upah dari Dayat Rp300 ribu.

Hari Kamis, 05 Oktober 2023, Jam 16:00 Wib, Terdakwa Yudha Eko Setiawan ditangkap oleh Saksi Agus Supriyanto dan Oki Ari Saputra, anggota Polrestabes Surabaya, di Perumahan Pondok Jati Sidoarjo. Kemudian dilakukan penggeledahan ditemukan sabu 4 poket berat masing-masing 5,17 Gram, 3,37 Gram, 1,12 Gram dan 0,98 Gram, ditemukan dalam masker hitam terletak di saku celana belakang terdakwa, uang Rp40 ribu dan Hp Samsung. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper