suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

3 Pengeroyok di Cafe, Ab, DP dan GR Tak Ditahan, Dituntut 4 Bulan Bui, Tuntutan telah Terbaca di SIPP PN Surabaya

Foto: Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti, Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji tidak ditahan (atas kiri), Saksi Korban Nur Wafiq Rocman, Ramadani Saputra dan Abil Ferdiansyah (atas kanan), Tuntutan JPU terbaca di SIPP, yang sebelumnya tak
Foto: Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti, Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji tidak ditahan (atas kiri), Saksi Korban Nur Wafiq Rocman, Ramadani Saputra dan Abil Ferdiansyah (atas kanan), Tuntutan JPU terbaca di SIPP, yang sebelumnya tak
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pengeroyokan di Cafe Jalan Genteng Besar, hingga korban alami memar di mata kanan, dan satu korban babak belum hingga pingsan, dengan 3 Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti, Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji, di Ruang Kartika 1 Pengadilan Negeri Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Rudito Surotomo secara offline.

Sebelumnya Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya, perkara penganiayaan tersebut, telah tertunda tiga kali untuk JPU membacakan tuntutannya, pada Rabu, 07 Pebruari 2024, JPU belum siap tuntutan.

Pada Rabu, 21 Pebruari 2024, JPU dan para terdakwa tidak hadir. Selanjutnya, Rabu, 28 Pebruari 2024, JPU dan para terdakwa tidak hadir. Pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rocky Selo Handoko dari Kejari Surabaya, diagendakan pada Rabu, 06 Maret 2024, di Ruang Kartika 1 PN Surabaya, namun, tidak dapat terbaca tuntutan JPU di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Surabaya. Justru langsung dengan agenda pembelaan terdakwa pada Rabu, (13/03) lalu. Anehnya saat ini sudah terbaca tuntutan JPU untuk ke 3 terdakwa tersebut, juga pada tanggal 06 Maret 2024.

Dalam tuntutannya Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rocky Selo Handoko dari Kejari Surabaya, menyatakan, Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti, bersama Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka-luka. "Sebagaimana dalam dakwaan melanggar pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP."

"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa berupa pidana penjara masing-masing selama 4 bulan dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan." Menyatakan barang bukti, NIHIL.

Pada sidang sebelumnya, JPU telah menghadirkan para saksi, yakni, Saksi Korban Nur Wafiq Rocman Sanjaya (23), Ramadani Saputra (19), dan Abil Ferdiansyah (21), masing-masing beralamat di Jalan Gadukan Timur Surabaya.

Saksi Korban Nur Wafiq mengatakan, "Pada Rabu, 4 Oktober 2023, di Cafe Jalan Genteng Besar, kita bertiga ngopi ngobrol-ngobrol, rencana mau ngabarin lukanya Bagas, yang dipukul sama Rafi. Tapi, waktu itu Rafi datang belakangan, Saya yang kena sasaran pengeroyokannya, sebenarnya mau buat peehitungannya sama Rafi," terang saksi.

"Saat itu sudah ada Rafi dikeroyok sama anak- anak ini sama gerombolan temanya, saya bermaksud memisah. Saya juga kena pukul, Rafi sampai pingsan itu, akhirnya dipisahkan oleh Linmas. Saya bawa Rafi ke RS. PHC, Saya juga berobat, dengan Saya gak ada masalah, masalahnya sama Rafi," katanya.

Saksi Ramadhani Saputra, " saya melerai saja, saya lihat Rafi pingsan, saya pisah biar rafi gak tambah parah," katanya.

Demikian pula Saksi Abil Fermasyah mengetahui pengeroyokan tersebut, berusaha memisahkan kejadian tersebut.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rocky Selo Handoko dari Kejari Surabaya, menyatakan para terdakwa, Abednego Dwi Putra Subekti, Muhammad Gilang Rifky Anugrah dan Bagas Prasetyo Aji, melakukan tindak pidana, dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang mengakibatkan luka-luka.
"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP."

Diketahui, pada Rabu, 04 Oktober 2023, Jam 21:30 wib, para terdakwa melakukan pemukulan terhadap Saksi Nur Wafiq Rocman Sanjaya, menggunakan tangan kosong. Bermula Terdakwa Abednego Dwi Putra Subekti main di warkop di simpang pojok, Terdakwa Abednego bertemu Terdakwa M. Gilang Rifky dan Terdakwa Bagas Prasetyo serta Wuladi Bima Amrulloh.

Selanjutnya, Jam 21:30 Wib, terdakwa Abednego ikut ke Genteng Besar akan mencari orang yang telah menganiaya Terdakwa Bagas Prasetyo, lalu Saksi Wuladi Bima Amrulloh turun menemui Saksi Nur Wafiq Richman Sanjaya, terjadi cekcok mulut. Melihat itu, para terdakwa melakukan pengeroyokan ke Saksi Nur Wafiq bersama Wuladi. Para terdakwa berkumpul lagi di warung simpang pojok.

Selanjutnya para terdakwa bersama Saksi Wuladi menuju Polsek Genteng guna menyelesaikan permasalahan yang telah dilakukan oleh para terdakwa.

Maksud tujuan terdakwa melakukan pengeroyokan terhadap Nur wafiq Rochman Sanjaya karena dendam dan aksi membalas.

Akibat perbuatan para terdakwa, Saksi Nur Wafiq Rochman Sanjaya mengalami memar bagian mata kanan. Berdasarkan Visum Et Reperum Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Soewandhi Surabaya, dengan Kesimpulan: luka memar di sekitar mata kanan dan leher kanan belakang, penyebab dari kerusakan tersebut adalah persentuhan dengan benda tumpul, mengakibatkan halangan menjalankan pekerjaan pencaharian selama 2 hari. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper