suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tukang Tatto Nyambi Jualan Sabu, Endra Dwi Saputra Dihukum 5 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Endra Dwi Saputra (kiri) dan Saksi Polisi Penangkap (kanan), dalam sidang agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
Foto: Terdakwa Endra Dwi Saputra (kiri) dan Saksi Polisi Penangkap (kanan), dalam sidang agenda putusan hakim, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu sebanyak 1 poket seberat 0,97 Gram, dapat dari Kacong masih buronan, untuk mendapatkan untung. Sabu dibagi menjadi 3 poket, dijual seharga Rp150 ribu/poket, dengan Terdakwa Endra Dwi Saputra bin H. Abdullah, pekerjaan pembuat Tatto, di Ruang Sari 3 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Ni putu Sri Indayani, mengadili,
menyatakan, Terdakwa Endra Dwi Saputra terbukti bersalah, melakukan tindak pidana, tanpa hak melawan hukum menawarkan, untuk dijual, menjual, membeli, menerima, atau menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I. "Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam dakwaan Penuntut Umum.

Baca Juga: Sudah Terbayar Lunas, Terdakwa Tak Serahkan Surat Rumahnya pada Pembeli, Rukayah Dituntut 3 Tahun Bui

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Endra Dwi Saputra dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp1 Miliar, Subsidair 3 bulan penjara. Menetapkan masa penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan," Kamis, (14/3).
Menetapkan barang bukti,
3 poket sabu dengan berat total 0,97 gram, 1poket bungkus plastic klip kecil kosong bekas dipakai,
1pipet kaca dan 1skrop plastic dari sedotan, Dirampas untuk dimusnakan.

Putusan hakim lebih ringan dari Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan Hadiyanto, dari Kejari Surabaya, dengan pidana penjara selama 6 Tahun, Denda Rp 1 Miliar, Subsidair 3 bulan penjara.

Baca Juga: Kakek Aniaya Ibu dari Anak yang Dicintai, Pudji Agus Wasisto Jadi Pesakitan

Sebelumnya JPU telah menghadirkan Saksi penangkap anggota Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya, Dwi Cahyo mengatakan " kami menangkap terdakwa dengan tim dirumah jalan Tembok Dukuh X, Selasa 19 September 2023, ditemukan 3 poket sabu, sebelumnya temannya sudah kita tangkap, sabu didapat dari Kacong seharga 350 ribu," terang saksi.

Terdakwa Endra mengaku sabu didapat dari Kacong seharga 350 ribu, " sabu itu mau saya pakai dan juga sebagian saya jual lagi, saya dapat untung 50 ribu, saya pernah dihukum tahun 2018 yang mulia dengan perkara yang sama," pungkasnya.

Baca Juga: Warga Tuwowo Main Judi Slot Pragmatic, Arifin Jadi Pesakitan

Diketahui,hari Minggu 17 September 2023, jam 02.00 wib, di makam Jarak, Terdakwa Endra Dwi Saputra mendapatkan 1 poket sabu harga 350 ribu, dari Kacong (DPO).
Selanjutnya Terdakwa menbagi sabu menjadi 3 poket untuk dikonsumsi sendiri dan juga dijual 150 ribu/ poket, dan untung 50 ribu.

Selasa 19 September 2023 jam 13.00 wib, di rumah Jalan Tembok Dukuh X No. 5-A Surabaya, saksi AS. Herman dan saksi Dwi Cahyoa
anggota Polsek Tenggilis Mejoyo Surabaya melakukan penangkapan dan penggeledahan, ditemukan 1 tempat henset warna hitam didalamnya berisi 3 poket sabu dengan berat 0,97 gram, 1 klip kosong dan 1 skrop plastic kecil. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper