suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Terkesan Asal-asalan, Pembangunan Saluran Irigasi JUT di Desa Dooro Patut Dipertanyakan

Foto: Terlihat saat pemasangan batu lantai dasar atau pondasi tidak terlihat karena air dipermukaan tanah tidak dikuras
Foto: Terlihat saat pemasangan batu lantai dasar atau pondasi tidak terlihat karena air dipermukaan tanah tidak dikuras
suara-publik.com leaderboard

GRESIK, (suara-publik.com) - Pembangunan saluran irigasi Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik tahun anggaran 2024 ini terkesan asal-asalan. Hal ini membuat masyarakat mempertanyakan kinerja pelaksananya.

Diketahui proyek pembangunan irigasi JUT (belakang psar) di Desa Dooro, tepatnya di wilayah RT 02 RW 02 ini menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024 sebesar Rp80 juta.

Rencananya, saluran irigasi tersebut dibangun sepanjang 66 meter dan tinggi 0,60 meter. Kegiatan pembangunan irigasi ini dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Kastur, Kaur Kesra Desa Dooro. Ada 2 jenis pekerjaan yang sama hanya beda titik lokasinya dengan anggaran yang sama.

Dari pengamatan suarapublik.com dilapangan menyebutkan, bahwa pelaksanaan pekerjaan terkesan ngawur. Genangan air yang ada di dalam urukan tanah saluran tidak dikuras sama sekali, sehingga air meluber sampai ke jalanan.

"Memang ada disel pompa akan tetapi air terlihat masih banyak dan pembuangannya tidak jelas," tutur suarapublik.com, Jum'at, (22/03/2024).

Pada saat membuat adonan campuran luluh, di area sekitar tidak menggunakan molen cuma di aduk secara manual. "Jadi adonan tidak bisa tercampur rata antara pasir dan semen," tambah suarapublik.com.

Menurut sumber, pondasi dan lantai saluran masih tergenang air itu, langsung dilakukan pada pasangan batu kali dengan adonan semen. "Pondasi dan lantai saluran harus kering dan apabila ditemukan ada genangan air pada saluran dilakukan pengeringan dengan pompa air," ujar sumber yang berprofesi kontraktor asal Surabaya ini.

Menurut sumber, pemasangan batu dilakukan mulai pondasi dengan penyiraman adukan semen diatas permukaan tanah setebal 3 cm dan batu belah ukuran besar dipilih digunakan lapisan dasar. Selanjutnya disiram adukan sedikit demi sedikit sampai permukaan batu tertutup, bila ada rongga yang terlalu besar diisi batu yang lebih kecil agar tidak melebihi ketebalan adukan.

"Batu belah disusun dengan baik dan rapi saling mengunci diatas adukan dan penyusunan batu mengacu pada benang bowplank," terang bapak 3 anak ini kepada suarapublik.com.

Selanjutnya, masih kata sumber, pasangan batu dilaksanakan sampai tinggi yang ditetapkan dalam gambar kerja. Selama proses pengeringan atau pelaksanaan pasangan batu harus dijaga dari ganguan-ganguan atau cuaca hujan yang dapat merusak pekerjaan tersebut.

"Apabila proses pelaksanaan pasangan batu pada musim hujan penyedia jasa mempersiapkan plastik/terpal untuk menutup pasangan batu yang belum mengeras/kering," ujarnya.

"Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat, dan dalam waktu yang tidak lebih dini dari 14 hari setelah pekerjaan pasangan selesai dikerjakan, penimbunan kembali harus dilaksanakan," tambah dia.

Ditemui Kepala Desa Dooro, Choirul Umam, dikantornya menolak saat dikonfirmasi terkait dengan pembangunan irigasi tersebut. "Ma'af mas, saya masih sibuk ada keperluaan," kelitnya. (imam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper