suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gegara Rebutan Parkir, Terdakwa Tampar Pipi Korban, Stevi Mirella Dituntut 10 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Stevi Mirella Maynard Ririmasse (kiri), dan tiga orang saksi (kanan), agenda sidang tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara online
Foto: Terdakwa Stevi Mirella Maynard Ririmasse (kiri), dan tiga orang saksi (kanan), agenda sidang tuntutan JPU, di Pengadilan Negeri Surabaya secara online
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana perbuatan penganiayaan terhadap korbannya, dengan cara menampar dengan tangan kanan, posisi tangan terbuka sebanyak 1 kali mengenai pipi sebelah kiri dibawah mata Saksi korban Ria, dengan Terdakwa Stevi Mirella Maynard Ririmasse binti Steve Ririmasse, di Ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya, di pimpin Ketua Majelis Hakim, Rudito Surotomo secara vidio call.

Dalam agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rocky Selo Handoko dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Stevi Mirella Maynard Ririmasse binti Steve Ririmasse, terbukti bersalah melakukan tindak pidana, penganiayaan. "Sebagaimana dalam dakwaan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHPidana."

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 10 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan."

Menyatakan barang bukti, 1 buah flashdisk berisi rekaman saat kejadian penganiayaan, di parkiran mobil P-3 Royal Plaza Surabaya. Tetap terlampir dalam berkas perkara.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Korban Ria Christiana Rosida, Saksi Budi Setyono (Suami korban) dan Saksi M. Farid, Cleaning service.

Ria mengatakan, "Mobil saya mau parkir, ada satu mobil mau keluar, kita tunggu, gak taunya mobil terdakwa juga ngincar tempat parkir tersebut. Kita lebih dekat dan lebih dulu, kita masukan mobil ke parkiran, saat kita mau masuk melewati dia, dia ngomel gak jelas, terjadi cekcok mulut berakhir dia menampar saya," terang saksi.

"Dia dorong anak saya juga, dibawah mata kiri sakit cenut-cenut, sekitar lima harian. Saya lakukan visium di RSI, saya mau memaafkan dia, asal dia mengaku kalau menampar saya, tapi dia tidak mau mengakui perbuatannya. Sampai dikantor polisi tetap merasa dia tidak melakukan tamparan kepada saya," tambah saksi.

Bagaimana keterangan saksi korban ini, "Saya tidak memukul yang mulia, perbuatan justru dari korban mendorong saya, saya reflek mungkin tangan saya ke muka dia," terang Stevi.

Diketahui pada hari Sabtu, 10 Desember 2022, Jam 19:04 Wib, di lokasi parkir P-3 Royal Plaza Surabaya, Jalan Ahmad Yani 16-18, Surabaya, Saksi Ria Christiana Rosida bersama dengan Budi Setyono (suami) dan anaknya, mengendarai mobil Sigra mau parkir di parkiran Royal Plaza,

Saksi Ria melihat ada mobil mau keluar, sehingga Ssksi Ria dan suaminya berhenti di posisi sebelum mobil yang akan keluar tersebut. Ternyata di belakang mobil Saksi Ria ada mobil Terdakwa Stevi Mirella Maynard Ririmasse yang juga mencari parkir. Mobil terdakwa menyalip mobil Saksi Ria, dan berhenti di depan mobil Saksi Ria, menunggu mobil itu keluar.

Setelah mobil keluar, Saksi Budi Setyono memarkir mobil tersebut. Ternyata mobil terdakwa juga mau memarkir kendaraannya di tempat itu. Terdakwa tidak jadi parkir, sambil jalan terdakwa memaki- maki Saksi Ria.

Ketika Saksi Ria mau masuk melewati terdakwa, saat itulah terjadi cekcok mulut hingga berakhir penganiayaan. Dengan cara menampar menggunakan tangan kanan terdakwa, posisi tangan kanan terbuka (tidak mengepal) sebanyak 1 kali mengenai pipi sebelah kiri di bawah mata Saksi Ria.

Saat akan dibawa ke pos security, namun terdakwa menolak dan pergi. Atas kejadian tersebut Saksi Ria melaporkan ke Polsek Wonokromo.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Ria Christiana Rosida mengalami panas, nyeri, teng-teng, cekot-cekot dan terasa memar.

Berdasarkan Visum Et Repertum, 10 Desember 2022 di RS. Islam, Jalan A Yani 2-4 Surabaya, menyimpulkan, pemeriksaan kepala di dapatkan luka memar di bawah kelopak mata kiri di akibatkan persentuhan dengan benda tumpul. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper