suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Komplotan Pencurian Motor Jalani Sidang Perdana, 3 Terdakwa DPO, Farid dan Mujiburrohman Jadi Pesakitan

Foto: JPU, Hajita Cahyo Nugrohodari Kejari Tanjung Perak, membacakan dakwaan terhadap Terdakwa Ahmad Farid dan M. Mujiburohman, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Senin, (25/03/2024)
Foto: JPU, Hajita Cahyo Nugrohodari Kejari Tanjung Perak, membacakan dakwaan terhadap Terdakwa Ahmad Farid dan M. Mujiburohman, di Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Senin, (25/03/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pencurian dua unit sepeda motor dengan waktu berbeda, pada pertengahan bulan September 2022 dan pada 17 Oktober 2022, berhasil menggasak dua sepeda motor Honda Vario dan Honda Beat, di taman barunawati Surabaya dan kantor PT Transport Anugrah Sakti, dengan para Terdakwa Ahmad Farid bin Mad Hosen (alm) bersama dengan Terdakwa M.Mujiburohman bin H. Moch. Wafi, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Darwanto, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya secara vidio call, Senin, (25/03/2024).

Dalam agenda dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hajita Cahyo Nugroho dari Kejari Tanjung Perak, menyatakan, Terdakwa Ahmad Farid bersama Terdakwa M. Mujiburohman melakukan tindak pidana, mengambil barang 1 unit sepeda motor Honda Vario hitam No. Pol L 3747 BT dan 1 unit sepeda motor Honda Beat Street putih No. Pol AE 3775 HW, kepunyaan orang lain yaitu Saksi Moch. Rofik dan Saksi Teuku Febbri Otawan Mully, maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan dua orang atau lebih, dilakukan dengan merusak, memotong atau memanjat, memakai anak kunci palsu, perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP."

Diketahui, pertengahan bulan September 2022, Jam 20:30 Wib, Terdakwa Ahmad Farid bersama Rama (DPO) mengendarai Honda Scoopy putih melintasi taman barunawati, dengan membawa alat mata kunci T dengan gagang kunci pas nomor 8 milik Terdakwa M.Mujiburohman.

Melihat sepeda motor Honda Vario hitam No.Pol L 3747 BT milik Moch. Rofik, terparkir di taman barunawati, Rama telpon Terdakwa Mujiburohman, lalu datang bersama Arip (DPO).

Terdakwa Ahmad Farid menyerahkan kunci T dengan gagang kunci pas 8 kepada Terdakwa Mujibrrohman untuk merusak rumah kunci, hingga sepeda motor hidup. Terdakwa Mujiburrohman menyuruh Arip membawa sepeda motor Honda Vario menuju Bulak Banteng Madya, menjual motor kepada Musleh (DPO), seharga Rp4.500.000.

Senin, 17 Oktober 2022, Jam 02:00 Wib, di kantor PT. Transport Anugrah Sakti, Jalan Teluk Sarera Selatan 8, Surabaya, Terdakwa Farid dan Mujiburrohman dan Arip (DPO), sepakat mengambil sepeda motor milik Saksi Teuku Febbri Otawan Mully, rekan kerja Terdakwa Farid.

Setelah mendekati sepeda motor Honda Beat Street Putih No.Pol AE 3775 HW, Terdakwa Mujiburrohman merusak rumah kunci sepeda motor Honda Beat menggunakan kunci T gagang kunci pas nomor 8. Setelah sepeda motor Honda Beat hidup, langsung dikendarai, pergi membawa kabur sepeda motor menuju rumah Rama, Jalan Sombo 4 Surabaya, melepas Plat nomor dan mengeluarkan barang-barang yang ada didalam jok sepeda motor.

Arip membawa sepeda motor Honda Beat ke depan Masjid Ichsan di Jalan Dukuh Bulak Banteng Surabaya, dijual kepada Musleh seharga Rp3.000.000.

Atas kejadian tersebut Saksi Moch.Rofik dan Teuku Febbri Otawan Mully, melaporkan perbuatan para terdakwa ke pihak yang berwajib.

Moch. Rofik mengalami kerugian materiil senilai Rp18.000.000 dan Teuku Febbri Otawan Mully,
mengalami kerugian materiil senilai Rp10.500.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper