suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli Sabu 1,1 Gram dari Susanto, Dijual Eceran, Hendri Dihukum 7 Tahun Bui, Denda Rp1 Miliar

Foto: Terdakwa Hendri, PH. Victor Sinaga, dan Saksi Polisi Oky Ari Saputra, dengan agenda sidang putusan hakim, di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Hendri, PH. Victor Sinaga, dan Saksi Polisi Oky Ari Saputra, dengan agenda sidang putusan hakim, di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu seberat 1,15 Gram, membeli dengan harga Rp950 ribu dari Susanto (berkas penuntutan terpisah), dipecah beberapa poket untuk dijual kembali, dengan keuntungan Rp550 ribu kalau terjual habis. Dengan Terdakwa Hendri bin Maman, diruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call.

Dalam agenda putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim,  Nurnaningsih Amriani, mengadili, 
menyatakan, Terdakwa Hendri  terbukti bersalah melakukan tindak pidana, tanpa hak dan melawan hukum membeli dan menjual Narkotika Golongan I.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 114 Ayat (1) Undang-undang RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika" dalam dakwaan kesatu Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Hendri dengan pidana penjara selama 7 tahun dan denda Rp1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara.
Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang dijalani Terdakwa dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan," Rabu (11/6).

Menetapkan barang bukti, 1 poket sabu dengan berat 1,15 Gram serta bungkusnya, 1 bendel plastik klip,
1 skrop dari sedotan plastik, 1 HP android Merk Realme, dirampas untuk dimusnahkan.

Putusan hakim lebih ringan dari
tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Astrid Ayu P dari Kejari Tanjung Perak, dengan pidana penjara selama 8 tahun, dan pidana denda Rp 1 Miliar, Subsider 6 bulan penjara,

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan saksi penangkap Oky Ari Saputra anggota Polrestabes Surabaya, yang mengatakan, "Kami menangkap Terdakwa Hendri rumah jalan Sidoyoso Wetan 89, kita temukan sabu 1,15 Gram, membeli dari Susanto, plastik 1 bendel sekrop plastik,di dalam helm Terdakwa, dan HP, sabu dibagi beberapa poket, untuk dijual kembali," terang saksi.

Terhadap keterangan saksi, Terdakwa Hendri yang didampingi Penasehat Hukumnya, Victor Sinaga, membenarkannya, "Benar yang mulia, saya menjual poket kecil sudah sejak bulan oktober 2023," katanya.

Diketahui, berawal Saksi Oky Ari Saputra dan Saksi Ridho Arbiyanto, anggota Polrestabes Surabaya, melakukan penangkapan terhadap Terdakwa Hendri di rumah Jalan Sidoyoso Wetan 89, Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Surabaya.

Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti, 1 poket sabu seberat 1,15 Gram berikut plastik klipnya, 1 bendel plastik klip, 1 sekrop dari sedotan plastik ditemukan dalam helm berada di ruang tamu rumah terdakwa, dan 1 buah HP Android merk Realme, digunakan alat komunikasi saat membeli sabu.

Terdakwa mendapatkan sabu dari Susanto alias Encus (dalam berkas perkara terpisah) merupakan tetangga terdakwa, Sabtu (9/12/2023), Jam 21:30 Wib, seharga Rp950 ribu, dengan maksud dijual kembali, mendapat upah dan keuntungan.

Sabu dipecah menjadi beberapa poket dijual dengan harga Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, jika laku terjual semua, terdakwa mendapat untung 550 ribu, juga dapat mengambil sedikit untuk digunakan sendiri.

Sebelum terjual terdakwa keburu tertangkap duluan. Terdakwa mendapat sabu dari Susanto alias Encus, sejak bulan Oktober 2023, sebanyak 2 kali dalam seminggu. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper