suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jaringan Fredy Pratama Ranjau Sabu 1,3 Kg, Puji Rasuli dan M. Yasir Dituntut 13 Tahun 8 Bulan Bui, Denda Rp2 Miliar

Foto: Terdakwa Moh.Pudji Rasuli dan Muhamad Yasir (kiri), dan 2 (dua) orang saksi polisi penangkap, agenda sidang tuntutan JPU di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Moh.Pudji Rasuli dan Muhamad Yasir (kiri), dan 2 (dua) orang saksi polisi penangkap, agenda sidang tuntutan JPU di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana penyalahgunaan Narkotika jenis sabu yang diranjau oleh Ambon (buronan) sebanyak 4 kali, seberat 1,3 Kilogram, yang telah dijual di daerah Banyuwangi, dan mendapatkan upah masing- masing jutaan rupiah, saat diciduk polisi barang bukti tersisa 301 Gram.

Dengan Terdakwa Moh. Pudji Rasuli bin Affandi, warga Tembok Sayuran 1/1, Tembok dukuh, Bubutan, Surabaya, bersama dengan Terdakwa Muhamad Yasir bin Muhtarom, warga Gubug sawah, Dusun Kedung Lewung, Desa Kemiri, Singojuruh, Banyuwangi. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Erintua Damanik, di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya secara Vidio Call.

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yulistiono dari Kejati Jatim, menyatakan, Terdakwa Moh. Pudji Rasuli bersama dengan Muhamad Yasir terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotika, tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman, beratnya lebih dari 5 Gram.

"Sebagaimana yang telah kami dakwakan melanggar pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," dakwaan Primair Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap Terdakwa Moh. Pudji Rasuli bersama Muhamad Yasir, masing- masing selama 13 tahun dan 8 bulan, dikurangi selama para terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda masing masing Rp2 Miliar, Subsider 1 tahun penjara, dengan perintah para terdakwa tetap ditahan," Kamis, (13/6).

Menyatakan barang bukti berupa, 
3 (tiga) bungkus plastik sabu (100,43 Gram, 100,40 Gram dan100,40 Gram), berat total 301,23 Gram beserta bungkusnya, 1 (satu) pipet kaca yang berisi sabu seberat 1,48 Gram beserta pipetnya, 2 (dua) pipet kaca, 1 (satu) timbangan elektrik, 4 (empat) bendel plastic klip kosong, 2 (dua)  bungkus plastik klip kosong, 1 (satu)  buah skrop, 1 (satu) buah alat hisap (bong), 1 (satu) buah kotak warna pink, 1 (satu) unit HP Merk Xiaomi warna silver milik Puji Rasuli dan 1 (satu) unit HP merk Samsung, warna hitam milik Muhamad Yasir. Dirampas untuk dimusnahkan.

Sebelumnya, JPU menghadirkan Saksi Penangkap anggota Ditresnarkoba Polda Jatim, Nurul Huda dan Saksi Sawaludin Sobri,  mengatakan, "Kami 1 tim 10 orang, sebelumnya berdasarkan informasi masyarakat adanya peredaran sabu, pada Kamis, 11Januari 2024, Jam 14.00 wib. Kami menangkap Puji Rasuli, di rumah Jalan Tembok Sayuran Bubutan, Surabaya. Saat digeledah ditemukan pipet kaca berisi sisa sabu, ATM BCA, 1 HP, sabu hanya didalam pipetnya," terang saksi.

"Saat pengembangan dan pengakuan Puji, telah mengantar sabu ke Banyuwangi 500 Gram, diterima oleh M. Yasir di Gubug Sawah Dusun  Kedung Lewung, Desa Kemiri, Singojuruh, Banyuwangi. Saat digeledah tersisa sabu 301 Gram, diakui para terdakwa sabu didapat dari Ambon (DPO) cara diranjau di beberapa tempat, merupakan jaringan Fredy Pratama gembong Narkoba," tambah saksi.

Terdakwa Yasir menerima sabu seberat 500 Gram, dan telah mendapat sabu sebanyak 4 kali. Sementara Terdakwa Puji telah menjual sabu sebanyak 7 kali
"Saya menjual sabu sudah 7 kali, terpaksa karena tuntutan ekonomi, saya dapat upah dari Ambon yang mulia," katanya.

Kedua terdakwa pernah dihukum dalam perkara yang sama yaitu Narkotika, untuk terdakwa Puji telah dua kali dibui karena perkara Narkotika.

Diketahui, Terdakwa Moh. Puji Rasuli mendapatkan Sabu dari Ambon (DPO), menjadi perantara jual beli sabu, menerima sabu pada, Sabtu 6 Januari 2024, Jam15.00 wib, diranjau daerah Jagalan Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Canti'an, Surabaya, depan klenteng, depan tempat sampah.

Setelah menerima sabu Terdakwa Puji Rasuli membawanya ke Banyuwangi, untuk diserahkan ke Tedakwa Yasir, sesuai petunjuk Ambon. Terdakwa mendapat upah Rp2,5 juta, dengan cara ditransfer.
Sabu diserahkan ke Terdakwa Yasir
di Gubug Sawah, Kedung Lewung,  Kemiri, Singojuruh, Banyuwangi.

Setelah menerima sabu, Terdakwa Yasir menimbang 1 bungkus plastik berisi Sabu seberat 500 Gram serta bungkusnya. Kemudian Ambon memberikan petunjuk kepada Terdakwa Yasir agar memecah sabu tersebut menjadi 6 bungkus,
(100,43 gr, 100,40 gr,100,40 gr, 50 gr, 50 gr dan 98,77 gr) serta bungkusnya.

Selanjutnya, kamis, 11 Januari 2024, sekira pukul 10.00 wib, Terdakwa PUJI Rasuli membeli sabu ke Sinyo (DPO) seharga Rp400 ribu, menerima langsung di pinggir Jalan Lasem, Kalianak, Surabaya.

Terdakwa Yasir menyerahkan sabu 50 Gram dengan bungkusnya di daerah Kecamatan Jajag, Kabupaten Banyuwangi, di pinggir Jalan di bawah pohon mauni, dan sabu 50 Gram di daerah Kecamatan Bangorejo, Kabupaten Banyuwangi, di pinggir Jalan di bawah rambu-rambu,
dan telah menyerahkan 1 poket sabu 98,77 Gram serta bungkusnya,
di daerah kecamatan Purwoharjo,  Kabupaten Banyuwangi, di pinggir Jalan di bawah pohon Johar sesuai petunjuk Ambon (DPO).

Terdakwa Puji Rasuli menjadi perantara jual-beli sabu dari Ambon sebanyak 4 kali. 
Pertama menerima ranjuan di pingir jalan, depan pabrik gula, Candi Sidoarjo, awalnya 2 bungkus plastik berisi Sabu seberat masing-masing 100 gram, serta bungkusnya di lserahkan keTerdakwa Yasir.
Kedua menerima ranjuan di pingir jalan depan Garasi taxi Lakarsantri, Surabaya, di bawah tiang listrik awalnya 2 bungkus berisi Sabu berat masing-masing 100 Gram, serta bungkusnya, di serahkan ke Terdakwa Yasir.
Ketiga menerima ranjuan di pingir jalan, depan pabrik paku, Waru, Sidoarjo, dalam tempat sampah, 1bungkus plastik berisi jenis sabu seberat 400 Gram serta bungkusnya, di serahkan ke Terdakwa Yasir.
Terakhir menerima ranjuan di Jalan Jagalan, Bongkaran, Pabean Canti'an Surabaya, di depan klenteng, di depan tempat sampah, 1 bungkus plastik berisi Sabu seberat 500 Gram serta bungkusnya, di serahkan ke Terdakwa Yasir.

Terdakwa Puji Rasuli, menjadi perantara mendapat upah dari Ambon, Pertama dapat upah Rp3 juta dari Ambon, di transfer ke rek. milik Terdakwa Moh. Puji Rasuli.
Kedua dapat upah Rp3 juta.
Ketiga dapat upah Rp6 juta.
Untuk yang ke empat terakhir Terdakwa Puji Rasuli mendapat upah Rp7,5 juta.

Terdakwa M.Yasir mendapat upah dari Ambon, Pertama dapat upah Rp2 juta, Kedua dapat upah Rp2 juta, ketiga dapat upah Rp4 juta.
ditransfer ke rekening Terdakwa M.Yasir. Keempat belum dapat upah, karena sabu belum habis. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper