suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Simpan dan Jual Satwa Liar Dilindungi Komodo dan Ular Sanca Hijau Tanpa Miliki Ijin, Puji Syanturi Jadi Pesakitan

Foto: Terdakwa Muhammad Puji Syanturi (21), (kiri), dan Saksi Polisi Hutan, Hari Purnomo (kanan), agenda sidang saksi, pemeriksaan terdakwa, di PN Surabaya, Senin, (24/6/2024)
Foto: Terdakwa Muhammad Puji Syanturi (21), (kiri), dan Saksi Polisi Hutan, Hari Purnomo (kanan), agenda sidang saksi, pemeriksaan terdakwa, di PN Surabaya, Senin, (24/6/2024)
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana menyimpan, memiliki, merawat dengan imbalan upah, satwa liar yang dilindungi jenis biawak komodo (Varanus Komodoensis) dan seekor ular sanca hijau (Morelia viridis) dalam keadaan hidup, tanpa dilengkapi surat kepemilikan, surat ijin penangkaran dari dinas terkait dan diperdagangkan, dengan Terdakwa Muhammad Puji Syanturi (21), warga Jalan Gersikan II/26, RT 08 - RW 01,  Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Pendidikan SMK. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Nurnaningsih, di Ruang Tirta 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call, Senin, (24/6/2024).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nining Dwi Ariany dan Agus Budiarto dari Kejati Jatim, menyatakan, Terdakwa Muhammad Puji Syanturi (21), melakukan tindak pidana, dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi, yaitu seekor Biawak Komodo (Varanus Komodoensis) dalam keadaan hidup dan seekor Ular Sanca Hijau (Morelia viridis) dalam keadaan hidup.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 40 ayat (2) Jo. pasal 21 ayat (2) huruf a UU R.I No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. Peraturan Menteri Lingkungan hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi."

Selanjutnya, JPU menghadirkan Saksi Hari Purnomo Sebagai Polisi Hutan BKSDA Jawa Timur, "Kami melakukan pengamanan satwa liar yang dilindungi, kita temukan satwa liar komodo dan ular sanca hijau, karena poluoasi yang terbatas, karena kelangkahannya tidak setiap orang bisa menangkar, memelihara dan menjualnya, karena tidak dijinkan," terang saksi.

"Saat itu kondisi satwa Komodo dan ular sanca hijau masih hidup, sekarang sudah kami amankan di BKSDA Jawa Timur," ungkapnya.

"Kok isa ada di kamu hewan dilindungi itu," tanya hakim.

"Baru saja diserahkan ke saya untuk saya pelihara sementara, karena saya mendapat upah atas hal itu," jelasnya.

"Komodo mau dikirim kemana, ular sanca hijau dikirim kemana," tanya hakim Lagi.

"Mau dikirim ke Kuningan, dibeli Rp25 juta, saya dapat upah merawat satu jamnya Rp500 ribu," pungkasnya.

Sidang akan dilanjutkan Senin, 1 juli 2024, dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui, Rabu, 13 Maret 2024, Jam 13.00 Wib, Saksi Junanto Saputro dan Dedy Kartika Duane, petugas Ditreskrimsus Jatim mendapat informasi adanya jual-beli satwa dilindungi di rumah Terdakwa Muhammad Puji Syanturi, di Jalan Gersikan II/26, RT 08 - RW 01,  Pacarkeling, Tambaksari, Surabaya.

Rabu, 13 Maret 2024, Jam 13:30 Wib, petugas mendatangi rumah terdakwa melakukan pemeriksaan terhadap kepemilikan satwa seekor biawak komodo dalam keadaan hidup dan seekor ular sanca hijau dalam keadaan hidup, tanpa dilengkapi surat kepemilikan atau surat ijin penangkaran dari Dinas terkait.

Terdakwa mengaku seekor ular sanca hijau didapat dari Defri Berlino (DPO),
seekor biawak komodo didapat dari Affan alias Palapa. Terdakwa mengaku komodo tersebut hendak dikirim ke Chunays alamat Prujakan Cirebon.

Tujuan terdakwa memelihara seekor biawak komodo dan seekor ular sanca hijau keadaan hidup, untuk memperoleh keuntungan dari jasa menyimpan dan memelihara satwa yang dilindungi tersebut.


Perbuatan terdakwa melakukan penyimpanan satwa yang tidak sesuai dengan standart menyebabkan satwa tersakiti bahkan menyebabkan kematian.

Saat ditangkap, disita barang bukti berupa seekor biawak komodo dan seekor ular sanca hijau dalam keadaan hidup, merupakan satwa yang dilindungi, sebuah keranjang buah, sebuah HP merk Realme 10 warna biru. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper