suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

ART Curi Perhiasan Emas Milik Majikannya, Dijual ke Pasar Wonokromo Laku Rp45 Juta, Nur Ratipah Dituntut 18 Bulan Bui

Foto: Terdakwa Nur Ratipah (kiri), dan Saksi Korban, Frendy Victor Silalahi dan Istrinya Duma (kanan), dengan agenda tuntutan JPU, di PN Surabaya secara Vcall
Foto: Terdakwa Nur Ratipah (kiri), dan Saksi Korban, Frendy Victor Silalahi dan Istrinya Duma (kanan), dengan agenda tuntutan JPU, di PN Surabaya secara Vcall
suara-publik.com leaderboard

ART Curi Perhiasan Emas Milik Majikannya, Dijual ke Pasar Wonokromo Laku Rp45 Juta, Nur Ratipah Dituntut 18 Bulan Bui


SURABAYA, (suara-publik.com) - Sidang perkara pidana pencurian perhiasan yang diletakkan dalam kotak perhiasan di dalam lemari kamar, berupa 4 cincin emas, 1 gelang emas dan kalung dengan liontinnya, milik Saksi Frendy Victor Silalahi. Perhiasan tersebut digasak oleh ART nya, sehingga Saksi Frendy merugi Rp45 juta. Dengan Terdakwa Nur Ratipah binti Durahman, warga Jalan Demak, Pendidikan SD, dipimpin Ketua Majelis Hakim, Silfi Yanti Zulfia, di Ruang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara Vidio Call, Rabu, (3/7/2024).

Dalam agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Furkon Adi Hermawan dari Kejari Surabaya, menyatakan Terdakwa Nur Ratipah, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian.

"Sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 362 KUHP", dalam Dakwaan Penuntut Umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Nur Ratipah dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, dikurangkan selama terdakwa ditangkap dan ditahan, dengan perintah agar terdakwa tetap dalam tahanan."

Menyatakan barang bukti, 1 (satu) stel baju wanita warna pink, 1 (satu) stel baju wanita warna coklat, 1 (satu) stel baju wanita warna biru legging warna hitam, 1 (satu) stel baju gamis warna biru, 1 (satu) kaos wanita warna biru, 1 (satu) stel baju gamis,
1 (satu) stel baju wanita warna krem,
1 (satu) kotak perhiasan warna merah bentul Love, 1 (satu) kotak perhiasan warna merah bentuk bulat,
dan 1 (satu) tas kecil perhiasan warna pink. Dikembalikan kepada saksi saksi Frendy Victor Silalahi.

Sidang dilanjutkan pada Rabu, 10 Juli 2024, dengan agenda putusan hakim.

Sebelumnya, JPU telah menghadirkan Saksi Korban Frendy Victor Silalahi dan Istrinya Duma, Frendy mengatakan, Terdakwa menjadi ART dirumahnya. "Saya mengenal terdakwa, dia bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di rumah saya, awalnya kecurigaan, saya kehilangan kunci kamar, biasanya di centelkan dekat AC, setelah kita pakai kunci serep, saya masuk ke kamar kita cek lemari pakaian perhiasan dalam Kotak sudah tidak ada semua, awalnya mengatakan tidak tahu," jelasnya.

"Saya coba datangi rumahnya, saya tanya kamu ambil apa tidak, tetap dikatakan tidak tahu,masih saya kasih kesempatan, dia tetap bekerja dirumah saya, akhirnya dia mengaku, saya kehilangan 4 cincin dan 1 gelang emas kado pernikahan dan kalung dengan liontin, kerugian saya Rp45 juta," terang saksi.

"Dimana perhiasan itu sekarang yang kamu curi," tanya hakim.

"Saya jual ke pasar wonokromo seharga Rp9 juta, uangnya saya buat kirim ke Cianjur Rp3 juta, beli baju Rp1,7 juta, beli beras, beli pempers, untuk pengobatan, sisanya untuk kebutuhan sehari-hari," jawabnya.

Diketahui, karena kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan keluarga, Terdakwa Nur Ratipah bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) pada keluarga Saksi Frendy Victor Silalahi, di rumah Jalan Karah Indah I Blok A/15 Surabaya, melihat dalam lemari pakaian kamar tidur Saksi Frendy terdapat perhiasan tersimpan dalam kotak perhiasan, muncul niat terdakwa untuk mengambil dan memiliki perhiasan tersebut.

Selanjutnya, Senin, 25 Maret 2024, Jam 10.00 Wib, terdakwa masuk dalam kamar berpura-pura hendak memasukkan baju bayi kedalam lemari, Saksi Frendy Victor Silalahi dan istrinya di luar kamar, terdakwa membuka lemari pakaian, memasukkan baju bayi. Tak hanya itu, terdakwa juga mengambil perhiasan berupa 4 buah cincin dengan berat bervariasi, 1 gelang emas kado pernikahan dan 1 kalung dengan liontin, berat total 12,4 gram, dari dalam kotak perhiasan tanpa seijin saksi Frendy Victor Silalahi selaku pemiliknya, memindahkan perhiasan tersebut dalam saku jaket yang dikenakannya.

Setelah berhasil mengambil perhiasan tersebut, terdakwa pergi dari rumah Saksi Frendy Victor Silalahi, kemudian terdakwa menjual seluruh perhiasan ke pedagang emas di Pasar Wonokromo dengan harga Rp9.000.000. Uang tersebut digunakan untuk dikirim ke keluarga di Cianjur Rp3.000.000, beli baju Rp1.700.000, beli beras Rp400.000, beli pempers Rp525.000, bayar angsuran bank Rp3.000.000, sisanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibat perbuatan terdakwa, Saksi Frendy Victor Silalahi mengalami kerugian Rp45.000.000. (sam)

Editor : suarapublik

suara-publik.com skyscraper