suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Mau di Gusur, Warga Medokan dan Karangpilang Hearing Ke DPRD Surabaya

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Surabaya Suara-Publik. Hearing hari ini (19/09/16)di ruangan komisi A terkait pengaduan warga stren kali Medok an Semampir dan Karangpilang yang tidak mau direlokasi ke Rusun(Rumah Susun) masih belum mendapatkan hasil yang final. Pasalnya masih banyak yang harus dipelajari dan dipertimbangkan atas adanya relokasi tersebut.

Hearing yang sudah dihadiri Camat Sukolilo, Camat Karang Pilang, dinas Pekerjaan Umum, BPWS,J asa Tirta dan seluruh anggota Komisi A beserta warga stren kali  Medok an Semampir dan Karang Pilang.
Dalam sesion awal terkait pengaduan tersebut, Ketua Komisi A Herlina memberikan waktu kepada perwakilan warga untuk menyampaikan keluh kesah.

Eka Tri selaku jubir dari warga stren kali Medok an Semampir menceritakan, bahwa dilokasinya saat ini terjadi bersih tegang. Karena ada beberapa rumah yang sudah di hancurkan oleh petugas Satpol PP dengan menggunakan Bego. Dan suasana tersebut membuat masyarakat setempat menjadi mencekam.

"kami dari warga Medok an Semampir merasa ketakutan atas perilaku tersebut, padahal kami belum mendapatkan surat apa-apa terkait penggusuran tersebut. Maka nya kami benar-benar ketakutan, harus kemana lagi kami mengadu kalau bukan ke dewan yang menjadi perwakilan kami" ujar Eka yang membuka hearing tersebut.

Masih Eka, dirinya beserta warga tetap tidak mau digusur, karena sudah ada perda no 9 tahun 2007 yang menyatakan bahwa tidak ada penggusuran melainkan ditata sesuai konsep jogo kali. "kami tidak mau digusur, tapi kami mau kalau ditata. Dan kami sangat menolak Rusun, karena Rusun itu kita harus bayar padahal kita disitu sudah puluhan tahun tinggal dan dilahirkan" ujar Eka yang diikuti warga yang lain. Dari perwakilan Warga Karangpilang pun sama dengan apa yang disampaikan oleh warga Medok an Semampir.

Ketua Komisi A Herlina mempersilahkan Camat Sukolilo Kanti B untuk menjawab keluhan warganya. Untuk Camat Sukolilo ini  menjelaskan bahwa semua sudah dilakukan sesuai prosedur dan itu atas perintah atasan yakni Walikota Surabaya. "kami sudah melakukan sesuai prosedur yang berlaku, dan itu semua atas perintah atasan. Untuk  rumah yang dibongkar itu adalah warga yang sudah merelakan dan mau pindah ke Rusun. Itu juga sudah ada surat pernyataan dari warga tersebut" ujar Camat Sukolilo tersebut
Beda lagi dengan Camat Karangpilang yang menyatakan bahwa belum adanya pembongkaran, tapi jika itu harus dilakukan maka akan ada penindakan tersebut.
Wakil Ketua Komisi A Adi Sutarwiyono yang akrab dipanggil Awiy mempertanyakan kepada Kedua Camat tersebut seberapa urgent tindakan tersebut,dan perintahnya seperti apa sampai harus dilakukan pembongkaran.

Kedua Camat tersebut kompak bahwa adanya penyebab banjir akhir tahun, lalu mereka menyampaikan kepada Walikota Surabaya. Setelah itu dari Walikota memberikan solusi agar Camat menawarkan relokasi ke Rusun tapi dengan catatan itu kalau mau dipindah kalau tidak mau jangan dipaksa.

Lain lagi penjelasan dari perwakilan BPWS yang menyatakan bahwa di stren kali tersebut akan segera diplengseng. Karena ini sudah ketentuan dari pusat dan proyek tersebut adalah bentuk kerja sama dari pusat dengan negara lain yakni Jepang. Yang akan dibentuk menjadi wisata bahari dan harus bisa direalisasikan karena jika tidak dana tersebut akan dikembalikan yang bisa membuat negara merugi.

Setelah ada berbagai penjelasan, tiba-tiba Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji hadir ditengah-tengah rapat. Armuji menegaskan bahwa jangan sampai ada penggusuran, kalaupun diadakan penggusuran harus semua di wilayah Surabaya. "jangan sampai ada penggusuran, lak onok penggusuran yo kabeh, ojok nang kunu tok(kalau ada penggusuran ya semuanya jangan disitu saja) Kami ini mempelajari kasus stren kali ini harus belajar ke Thailand" ujar Armuji menyampaikan kepada instansi-instansi terkait.

Dalam closing statemen Herlina selaku pemimpin rapat menyatakan, bahwa rapat hari ini belum final dan akan diadakan rapat lanjutan bila belum mendapatkan hasil yang maximal maka Dewan akan terjun langsun ke lokasi. "selama belum ada hasil, kami menghimbau kepada instansi terkait jangan sampai ada penggusuran dan bila perlu kami akan langsung meninjau lokasi untuk mempelajari kasus ini. Kalau pun ada sosialisai, Camat harus lebih persuasif dan terjun langsung ke warga" ujar Herlina menutup rapat (ach).

Editor : suara-publik.com

suara-publik.com skyscraper