SURABAYA -SUARA PUBLIK. Warga sekitar Jalan Wonorejo Gg 2 Kec.Tegalsari
Surabaya siang tadi dihebohkan dengan penemuan warganya yang tewas dalam kamar
dan sudah mengeluarkan bau tak sedap pada Kamis (07/04) pukul 11.30 Wib.
Korban, bernama Laksono Giarto Budhi (62) diperkirakan sudah dua hari meninggal
dan dari jarak lima meter sudah tercium bau tidak sedap. Awal mula yang
mengetahui kejadian tersebut adalah Pardi (53) tetangga rumah korban yang saat
itu memanggil korban dari teras rumah karena setiap harinya rumah tersebut
pagar depannya tidak pernah dikunci.
Selanjutnya Pardi menghubungi adik korban yang rumahnya di jalan
Pandegiling Surabaya. Effendi adik ipar korban yang saat itu hendak berangkat
kerja di pabrik plastik di daerah Kedurus langsung balik kanan menuju rumah
korban di jalan Wonorejo.
"Saya baru sampai di jalan Diponegoro disuruh pulang katanya kakak
meninggal. Awalnya istri saya masuk rumah tersebut memang setiap harinya
terbuka jadi langsung masuk saja",jelas Effendi .
Effendi menambahkan, korban memang mengindap penyakit Kanker Pangkreas dan dua
hari yang lalu baru saja keluar dari RS.RKZ . Korban juga ada kelainan jiwa
sejak dulu sudah sering keluar masuk RS.Jiwa Menur. "Korban memang hidup
sendirian karena belum menikah.Setelah 10 hari dirawat di RKZ korban minta
pulang sendiri",imbuhnya.
Kanit Reskrim Polsek Tegalsari AKP Ari Priambodo,Spd mengatakan, Menurut warga
setempat memang yang bersangkutan telah lama mengindap penyakit kanker. Saat
adik ipar korban didepan kamar ada bau yang menyengat setelah di lihat ternyata
dari korban yang telah meninggal dan selanjutnya menghubungi Polsek Tegalsari.
"Korban atas nama Laksono Giarto Budhi usia 62 tahun pekerjaan swasta
dan korban diduga sakit dari keterangan keluarga yang mendapatkan pertama
kali , menjelaskan korban mengalami sakit Kangker Prangkeas dan juga mengalami
gangguan jiwa",imbuh Priambodo.
Korban diperkirakan meninggal lebih dari satu hari, dan kini mayat korban
dibawa ke Rumah Sakit RS Dr.Sutomo untuk di otopsi guna mengetahui penyebab
kematian korban .(TOM)
Editor : Pak RW