Dua Personil PMK Terluka Saat Bertugas Memadamkan Api

suara-publik.com

SURABAYA - SUARA PUBLIK. Warga Simo Kwagean dan Petemon Barat, petang tadi semburat keluar rumah. Selain untuk menyelamatkan diri, warga sekitar akhirnya berkumpul. Pandangan mereka tertuju pada api dan asap yang membumbung dari gudang penggorengan krupuk "SATRIA" milik Hasma (44) di Jalan Simo Kwagean Gang Buntu 2 No. 20, Surabaya. Bahkan, kobaran api yang terlalu besar, akhirnya menyambar bagian belakang pabrik sirup UD Levis, Jalan Petemon Barat 171 Surabaya. Sebab, letak mereka bersebelahan saling membelakangi.

Suara sirine 20 mobil PMK Kota Surabaya yang dikerahkan ke lokasi, memecah kerumunan warga yang saat itu melihat proses pemadaman. Kendati begitu, petugas PMK terlihat kesulitan memadamkan api di pabrik penggorengan krupuk tersebut. Sebab, lokasi pabrik sangat sempit. Sehingga, petugas PMK terpaksa mengulur pipa panjang dan menyemprotkan air dari sejumlah atap rumah milik warga sekitar.

"Habis Maghrib, saya tadi makan. Terus pas mau pulang ke kantor, saya lihat asap tinggi dari belakang kantor saya. Melihat itu, bos saya dan keluarganya yang ada di rumah bagian depan, saya teriaki, saya suruh keluar. Itu, pabrik ini terbakar bagian belakang. Karena memang dekat (menempel) dengan pabrik krupuk yang terbakar duluan itu," kata Budi, karyawan pabrik sirup, UD Levis.

Memang, informasi sejumlah warga menyebut, api membara berawal dari pabrik krupuk sekitar pukul 18.00 Wib. Api yang berkobar tidak dapat dikendalikan. Sebab, di pabrik tersebut, banyak barang yang mudah terbakar. Sementara pabrik sirup UD Levis, terbakar dibagian belakang. Bahkan, sempat terdengar bunyi ledakan yang diduga dari mesin pabrik yang terbakar. Beruntung, sekitar 19.30 Wib. Api berhasil dijinakkan. Dan hingga pukul 21.00 Wib semalam, sudah dalam proses pembasahan.

Meskipun tidak menyebabkan korban jiwa, namun dua personil PMK harus mendapat perawatan PMI. Dua petugas itu, terjepit dan terkena kaca. Satu korban luka tercatat bernama Rudi dari personil Tirta 4. Rudi mengalami luka robek pada jari telunjuk tangan kanannya akibat terjepit pintu mobil PMK. Dua petugas ini akhirnya diistirahatkan dan tidak dapat melanjutkan proses pemadaman dan pembasahan.

Dari pantauan di lokasi kebakaran. Selain Kepala Dinas PMK Kota Surabaya Candra Oeratmangun. Nampak Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga turun ke lokasi. Candra mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab pasti kebakaran. Begitu pula dengan besaran kerugian. Sebab, kebakaran itu sendiri, saat ini masih dalam penyelidikan Polsek Sawahan. Akibat kejadian ini, sepanjang jalan Petemon Barat ditutup. Sedangkan arus listrik di perkampungan padat penduduk ini juga dimatikan.(TOM)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru