Pejabat Depok Nyaris Adu Jotos Diruang Sekda

suara-publik.com
Depok, (suara-publik.com)- Dua orang pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, RF dan NS terlibat aksi adu mulut yang nyaris berujung aksi adu jotos di ruang Sekretaris Daerah (Sekda), Ety Suryahati.

Hal itu terjadi lantaran keduanya sama-sama 'ogah' dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait dugaan mark up anggaran pengadaan lahan untuk pembangunan 3 kantor kecamatan hasil pemekaran di Kota Depok, yakni Kecamatan Tapos, Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Cipayung yang saat ini sedang 'di bidik' pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok.

Uniknya, aksi saling kelit dan adu mulut yang hampir menyebabkan adu jotos tersebut terjadi di ruangan Sekda dan disaksikan langsung oleh Ety Suryahati selaku Sekda Depok, Utuh Karang Topanesa (Asisten Ekonomi) serta Lienda Ratna Nurdianny (Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan / Kabag. Adpem) Pemkot Depok, Jumat lalu.

Dari informasi yang dihimpun media ini, dikabarkan bahwa keributan itu terjadi saat keduanya dipanggil Sekda Depok terkait adanya dugaan mark up dana pengadaan lahan untuk pembangunan 3 kantor kecamatan yang menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Kota Depok TA. 2010 sebesar Rp 6,7 M.

Infonya, RF menolak untuk bertanggung jawab terkait masalah tersebut karena ia tidak tahu menahu siapa pemilik lahan dan negosiator serta kuasa penjual tanah (lahan) untuk pembangunan 3 kantor kecamatan tersebut.

Tak hanya itu, RF juga mengatakan bahwa yang bertanggung jawab terhadap permasalahan itu adalah bawahannya, NS, yang kala itu menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kota Depok.

Mendengar perkataan RF yang terkesan memojokkannya, NS tak mau tinggal diam. Meski NS sadar bahwa RF pernah menjadi atasannya saat menjabat sebagai Kepala Distarkim, NS pun tetap melawannya.

Dengan nada lantang, NS balik menuding RF sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.

"Saya tidak mau disudutkan. Untuk itu saya akan terus melawan", tegas NS pasca keributan di ruang Sekda kemarin.

Sayangnya, Sekda Depok Ety Suryahati terkesan enggan ditemui wartawan yang akan mengkonfirmasikan terkait keributan dua pejabat di ruang kerjanya tersebut.(Fery SN)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru