Syiar Inklusif KawanNetra, Lahirkan Da’i Tunanetra Berbakat Lewat Pelatihan dan Kompetisi Intensif

Reporter : Redaksi

MOJOKERTO, (suara-publik.com) – KawanNetra, gerakan pendampingan tunanetra yang merupakan bagian dari Urunan Kebaikan, sukses menyelenggarakan program "Pelatihan Da'i KawanNetra" bagi 15 penyandang disabilitas sensorik netra.

Kegiatan ini dirancang secara sistematis untuk membekali para peserta dengan kemampuan retorika dan penguasaan materi agama, guna mencetak generasi pendakwah yang tangguh dan inklusif di tengah masyarakat.

Rangkaian program ini dimulai dengan sesi pembekalan awal di Surabaya pada Sabtu (6/12) dan Sabtu (13/12). Pada tahap tersebut, para peserta diberikan fondasi dasar mengenai komunikasi publik dan penguatan mental sebagai calon da'i.

Pendalaman Teori dan Babak Penyisihan di Trawas Memasuki fase puncak, seluruh peserta bertolak ke Trawas, Mojokerto, untuk mengikuti camp intensif selama empat hari, mulai Senin (22/12) hingga Kamis (25/12). Di bawah bimbingan langsung dua mentor ahli, Ustadz Masturi, S.Th.i dan Ustadz Arif, para peserta mendapatkan materi teori yang mendalam, mulai dari tafsir gerakan tubuh, manajemen panggung, hingga teknik vokal dalam berceramah.

Bukan sekadar pelatihan satu arah, agenda di Trawas juga menjadi ajang pembuktian kemampuan bagi para peserta. Panitia menyelenggarakan babak penyisihan yang ketat untuk menguji sejauh mana penyerapan materi yang telah diberikan. Dalam kompetisi ini, para peserta ditantang untuk tampil menyampaikan dakwah di depan mentor. Persaingan berlangsung khidmat namun kompetitif, hingga akhirnya terpilihlah para pemenang (juara) yang dinilai memiliki kombinasi terbaik antara penguasaan materi, cara penyampaian, dan kepercayaan diri. Adanya sistem kompetisi ini diharapkan dapat memacu semangat para peserta untuk terus meningkatkan kualitas diri pasca-program.

Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta, salah satunya diungkapkan oleh Pria Asmara Dewa. Dalam sesi testimoni saat upacara penutupan, ia memuji profesionalisme panitia KawanNetra dalam mengelola acara yang menurutnya sangat rapi dan mendetail.

"Menurut saya Pelatihan Da'i KawanNetra ini adalah yang terbaik karena pengaturannya sangat ringkas namun detail; segala hal diatur dengan sangat baik, tidak seperti acara lain yang terkadang kurang terorganisir," ungkap Pria. Ia juga menitipkan harapan agar program ini tidak berhenti di sini. "Saran saya, semoga pelatihan ini ditindaklanjuti atau diteruskan ke jenjang yang lebih luas lagi agar kita semua bisa terus mendapatkan manfaat dan syafaatnya," tambahnya.

KawanNetra percaya bahwa keterbatasan penglihatan bukanlah penghalang untuk menebar manfaat. Program ini hadir sebagai langkah nyata untuk memberdayakan rekan-rekan disabilitas netra, sekaligus memastikan mereka memiliki peran yang setara dan bermartabat di panggung dakwah nasional.

Usai menuntaskan pelatihan di Trawas, ke-15 da'i binaan KawanNetra ini kini telah siap memulai perjalanan dakwah mereka untuk menyebarkan syiar Islam yang merangkul semua kalangan dan membawa inspirasi bagi banyak orang. (Bam)

Editor : suarapublik

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru