Surabaya Suara-Publik. Mobil L300 jenis box milik Pasangan
suami istri (pasutri) yang tinggal di Jalan Krembangan Makam No.02, Surabaya lenyap
dicuri orang. Pasutri tersebut seolah tidak percaya hal itu terjadi. Sebab,
mobil tahun 2008 tersebut adalah mobil perjuangan mereka. Mobil bernopol S 8841
WB tersebut, dibeli pasutri ini, dari hasil mengumpul uang selama
bertahun-tahun sebagai sales bola lampu listrik. Pasutri itu bernama Sumanto
(58) dan Hartini (51).
"Biasanya, kalau ada yang menyenggol mobil saya, selalu ada bunyi klontangan
di rumah. Sebab, mobil itu kami ikat dengan tambang kecil yang menyambung dari
pintu kanan mobil hingga ke rumah. Tapi, pada saat mobil saya dicuri, saya
tidak mendengar apapun. Setelah saya cek, talinya sudah diputus para pelaku
dengan korek api," papar Hartini saat ditemui di rumahnya, Selasa
(09/08/2016) siang kemarin.
Hartini mengaku, mobil miliknya itu memang setiap harinya diparkir dipinggir
pagar sekolahan, tepat disamping tempat tinggalnya. Bahkan, mobil miliknya itu,
sudah lebih dari 5 tahun terparkir setiap hari disitu. Namun, karena sambil
menunggu order kiriman, mobinya diparkir suaminya sejak Senin (08/08/2016)
pagi. Sebab rencananya hari ini hendak kirim sejumlah bola lampu listrik yang
ada di dalam box mobilnya tersebut ke Gresik. "Saya mengetahui mobil saya
hilang, pas saya keluar rumah buang sampah sekitar pukul 03.20 Wib, Selasa dini
hari," ucap perempuan berkulit putih ini.
Mengetahui itu, Hartini langsung berteriak spontan sambil memanggil suaminya
dan anak-anaknya. Selain keluarganya, sejumlah warga yang sedang pulas, juga
turut berhamburan keluar rumah mendekati Hartini. Saat itulah, Ari, anak ketiga
Hartini beserta anaknya yang lain langsung menuju Suramadu. "Di Suramadu,
petugasnya mengatakan sempat melihat mobil box melintas dibelakang mobil
minibus jenis Innova/Avanza. Dan mobil itu membayar dua tiket untuk mobil box.
Diperkirakan melintas pintu tol sekitar pukul 03.10 Wib," imbuh Hartini.
Sementara suaminya dan anaknya yang lain. Mencoba mengecek rekaman CCTV masjid
yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Dan benar, CCTV masjid tersebut merekam
aksi kawanan pencurinya. Dari rekaman, cerita Hartini, berlangsung antara pukul
00.00 hingga 00.15 Wib. Dari rekaman itu pula, diketahui ada 4 pelaku yang
menggunakan dua motor. Tiga orang mengawasi dan seorang lagi bertugas sebagai
pemetik sekaligus melarikan mobil tersebut.
"Suami (Sumanto, red) saya sudah melapor ke Mapolrestabes Surabaya. Dan
laporan kami sudah diterima. Kemudian beberapa polisi langsung kesini untuk
olah TKP. Rekaman cctv dari masjid juga sudah disalin oleh polisi. Semoga
pelakunya segera tertangkap, dan mobil saya bisa ditemukan," harap
Hartini. Kerugian yang dialami Hartini sendiri mencapai 140 juta.
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga membenarkan
jika pihaknya sudah menerima laporan korban. Pihaknya juga menyebut sudah
mendapatkan salinan rekaman CCTV dari TKP. "Dari rekaman cctv yang ada,
ciri-ciri pelaku sudah kita kantongi. Dan saat ini, masih kita dalami untuk
pemetaan, dari kelompok mana yang beraksi disana (TKP). Terlepas itu,
penyekatan di Suramadu tetap kita lakukan setiap hari. Namun memang, jam
penyekatan sengaja kita random. Agar para pelaku tidak bisa menebak,"
katanya.(TOM)
Editor : Pak RW