Surabaya-SUARA PUBLIK: Kiprah Kapolres Tanjung Perak(KP3) yang selama ini mendapat pjian dari berbagai pihak termasuk Komisi III DPRI. Kini tercoreng dengan ulah anak buahnya dilapangan. Maraknya pungutan liar(pungli)di pelabuhan tanjung perak surabaya, bukan menjadi rahasia umum lagi.
Para sopir saat ini resah dan mengeluh dengan adanya pungli dari aparat di pelabuhan. Setiap harinya sopir harus menyediakan uang lebih, apabila turun dari kapal bermuatan yang sandar di pelabuhan tanjung perak surabaya.
“Setiap kali turun dari kapal saya harus menyediakan uang
lebih untuk polisi patroli yang ada di pelabuhan tanjung perak surabaya" ujar
sopir yang tidak mau menyebut namanya.
Masih kata sopir, kadang tidak hanya satu kali mas kita di mintain tapi
tiga kali saya ngemmil untuk polisi kalau gak di kasih ada aja alasan, bilang
patrolinya begitu. Ya mau nggak kita juga ngasih biar lancar kerja saya,
tambahnya.
Contoh yang tidak baik sering di buat oleh polisi patroli yang di lakukan di keramaian. khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang di saksikan banyak orang. Hal seperti itu sangat sering di saksikan masarakat khususnya yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Hal ini tentu sedikit menurunkan pamor KP3 yang mulai membaik saat dikomandoi oleh Takdir Matanette.
Sebagai catatan, selama menjabat kerja keras mantan Kasat Reskrim Polretabes Surabaya ini mendapat apresiasi masyarakat. pendekatan Takdir pada tokoh masyarakat sangat bagus. Hingga menadapat pujian dari Komisi III DPR RI saat kunjungan memantau persiapan pengamanan lebaran lalu.(ros)
Editor : Pak RW