Menurut sumber, kelakuaan Dony sejak berstatus CPNS banyak berubah. “Padahal sejak menikah dengan Dony, setiap bulan Wahida selalu mentrasfer uang minimal Rp. 7.000.000,- dan maksimal Rp. 13.000.000,-,” ungkap sumber. Pernah, kata sumber, Dony membelikan Wahida sebuah Handpone Black Berry, sebuah baju dan uang senilai Rp. 1.000.000,-, untuk berobat, tetapi itupun hanya sekali saja.
Kepada suara-publik.com (Suara Publik Group) sumber menceritakan bahwa Dony terkesan seolah tidak memperhatikan Wahida. “Sebenarnya dulu Wahida sudah berniat untuk tidak bekerja lagi di London, namun diduga dilarang oleh Dony dengan alasan biar cita-cita Wahida seperti membangun rumah agar tercapai dulu. Nah, mungkin permasalahan rumah tangga mereka yang dibina sejak 2007 tersebut bermasalah bermula ketika Wahida menanyakan perihal upaya mereka membangun sebuah rumah, dan Dony melarang agar Wahida tidak menanyakan masalah uang tersebut kepada orang tua Dony,” papar sumber.
Yang lucu lagi, masih sumber, Dony pernah melarang Wahida balik ke London karena setelah mendapat surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS menjadi PNS nanti, maka Dony segera mengurus perceraiannya dengan Wahida.
“Mungkin tidak lama lagi, pihak keluarga Wahida segera melaporkan kelakukan Dony kepada Inspektorat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD), bahkan kepada Bupati Mojokerto,” tandasnya. Ditambahkan sumber, “Bahkan rumornya akan melaporkan Dony atas tuduhan penggelapan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya, Sabtu (1/10/2011) pukul 13.00 WIB.
Terpisah, Dony ketika dikonfirmasi suara-publik.com via sms, malah mendesak dari mana suara-publik.com mendapat sumber berita tersebut. “Maaf pak, saya gak ceraikan istri. Njenengan dapat info dari mana?. Maaf pak berita itu gak bener, jadi gak perlu konfirmasi,” ketusnya, Sabtu (1/10/2011) pukul 17.58 WIB.
Namun kemarin Minggu (2/10/2011) pukul 18.40 WIB ketika disinggung soal berapa uang yang telah ditransfer dari Wahida ke rekeningnnya, Dony malah tidak menjawab. (ono)
Editor : Pak RW