Ribuan Bonek Mania Lakukan Long Marc Parade Bela Persebaya.

suara-publik.com

Ribuan Bonek(Bondo Nekat)dari berbagai wilayah Surabaya siang tadi(26/12/16)tumplek blek turun kejalan menggeruduk gedung Negara Grahadi dan Kantor Pemerintah Kota Surabaya untuk melakukan parade bela Persebaya. Aksi tersebut dilakukan untuk menunjukkan kepedulian Bonek dalam mencari keadilan tim Sepak Bola kesayangannya yakni Persebaya 1927 yang merasa dikebiri haknya oleh PSSI karena tidak diikut sertakan dalam kompetisi di kancah Nasional.

Dalam Parade Bela Persebaya tersebut, para Bonek yang juga sebagai pendukung utama tim Persebaya melampiaskan kekecewaannya atas perlakuan PSSI yang sudah mengkebiri tim kesayangannya dengan membawa atribut masing masing wilayah.

Yang menarik dalam parade tersebut, para Bonek datang dengan membawa patung buaya yang dibuat dari kertas dicat warna hijau dengan digotong puluhan anggota bonek.

Saat ditanya terkait patung tersebut, mereka seolah sudah kompak dalam menafsirkan gambaran patung tersebut. "patung buaya ini adalah simbol perlawanan kami, kami tumpahkan dipatung ini, kami buat dengan mulut mengangah yang artinya bahwa kami sangat marah dan kecewa atas perlakuan pihak PSSI. PSSI sudah mengkebiri tim kebanggan kami untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi di kancah Nasional" ujar salah satu anggota Bonek yang terlihat kesal karena merasa tim nya di zolimi oleh PSSI
Tidak hanya itu, tepat didepan pintu masuk gedung Grahadi, mereka juga membakar mercon yang biasa dilihat di tribun saat tim kesayangannya mencetak Bola. "kami ingin tim kami ikut berlaga, PSSI jangan mengkebiri kami, save Persebaya 1927 harga mati" teriak salah satu bonek yang disambut dengan nyanyian mars Bonek.
Sedangkan terkait aksi tersebut,tampak ada pengawalan dari gabungan antara Kepolisian,TNI dan Satpol PP sebagai pengawalan aksi tersebut. "kami ingin aksi ini berjalan dengan tertib dan kondusif, alhamdulilah arek arek Bonek ini melakukan dengan tertib dan masih dikondisikan" ujar salah satu personel TNI yang namanya tidak mau disebutkan(Nn)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru