Ketan Koya dan Ketan Kicir, Makanan Ringan Warisan Nenek Moyang

suara-publik.com

Pasuruan (Suara Publik). Ketan koya berasal dari beras ketan yang dimasak hingga lengket dan dicampur dengan koya yang berasal kelapa tua yang disangrai bumbu bawang putih, cabai merah, ketumbar, jahe, kunir, lengkuas dan daun jeruk purut.

 

Poses sangrai menggunakan tungku arang hingga bahan - bahan berwarna kecoklatan kemudian ditiriskan untuk ditumbuk menjadi bubuk hingga halus dan bila akan disajikan dicampur dengan parutan kelapa dan gula pasir.

 

Lain halnya dengan ketan koya,  Ketan kicir berbahan dasar campuran gula aren yang direbus dengan pandan wangi hingga mengental kemudian ditiriskan.

 

Ketan Kicir tampilanya lebih sederhana. Namun jarang sekali ditemukan di warung-warung di kota Pasuruan. Jenis ini mudah ditemukan di warung milik Mak Hayati yang berada di depan SPBU Karangketuk kota Pasuruan.

 

"kalau ketan koya bisa menghabiskan sampai 3 kilo setiap malam , tapi kalo ketan kicir hanya separuhnya saja, " tukas Hayati sang empunya ketan.

 

Menurut cerita masyarakat kota Pasuruan, Ketan koya dan ketan kicir merupakan makanan warisan leluhur yang melegenda semenjak era Kadipaten Pasuruan dibawah pimpinan Darmoyudo.

 

Makanan ini mudah dijumpai di warung-warung di sekitar alun-alun kota Pasuruan pada sore hari hingga pagi hari  sampai  pukul 06.00 Wib.

 

Selain itu juga bisa ditemui di seputaran jalan Sumatera dan jalan raya Ahmad yani kota Pasuruan dengan harga yang terjangkau yakni 3.000,00 untuk ketan koya dan 2.500,00 untuk ketan kicir, (dyt)

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru