Wisma Tretes Semakin Menjamur, PSK Dolly Warnai Bisnis Esek-Esek Dalam Wisma

suara-publik.com

Pasuruan, Suara Publik. Pekerja Seks Komersial(PSK) yang berada di kawasan wisata Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan semakin menjamur. Hal ini ditunjukkan oleh bertambahnya para psk yang menghuni disejumlah wisma di daerah Watu adem, Pesanggarahan dan gang sono.

 

“bertambahnya jumlah PSK merupakan bentuk urbanisasi pasca lokalisasi Dolly Surabaya ditutup dan semakin menjamur pada libur panjang seperti saat ini, “ ujar Roni salah satu makelar PSK kepada Suara Publik minggu (26/3).

 

Menurut Roni, bertambahnya jumlah PSK Tretes didominasi oleh wajah –wajah baru namun sudah pernah bekerja di tempat lokalisasi maupun panti pijat di daerah lain. “sebelum Dolly ditutup, jumlah penghuni wisma berkisar hanya 4 orang, namun sekarang bisa mencapai 10 orang, “ terangnya.

 

Dari pantauan Suara Publik ,PSK Tretes tersebar Di kawasan gang sono tercatat sebanyak 18 wisma yang dihuni sekitar 4 hingga 10 PSK. Sementara itu Watu adem sebanyak 12 wisma yang dihuni 2 hingga 8 PSK, Pesanggrahan yang dihuni PSK dengan tarif termahal tercatat memiliki 10 wisma yang mempunyai PSK 6 hingga 7 orang yang rata- rata berusia dibawah 20 tahun dengan tarif 500 ribu untuk setiap tiga jam.

Selain para PSK yang menghuni wisma, Tretes juga dihuni oleh para PSK yang menjajakan diri secara berdikari yang datang dari daerah Kabupaten Probolinggo, Malang,Lumajang dan Pasuruan yang bermukim di tempat kos di kawasan gang Anggrek kelurahan Pesanggarahan, dan di gang 5 kelurahan Pencalu’an,Dusun Jagil Kecamatan Prigen, kabupaten Pasuruan yang kebanyakan menggunakan jasa tukang ojek sebagai makelar pencari tamu yang menginginkan jasa para psk, (Dyt).

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru