Blitar Suara-Publik. Untuk meningkatkan semangat masyarakat dalam olahraga berkuda. Pemerintah Kabupaten Blitar telah menyelenggarakan kejuaraan Pacuan Kuda Bupati Blitar Cup II 2017 di Gelanggang Pacuan Kuda "Kikis Tunggorono" Desa Kendalrejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar Sabtu 22 April dan minggu 23 April 2017.
Even ini sebagai agenda Nasional dalam rangka menyongsong Kejurnas Ke 51 Pacuan Kuda Tahun 2017. Dimana pada seri II Bulan September Tahun 2017 pengprov Pordasi Jatim ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksana.
Dalam sambutannya Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Pacuan Kuda Tingat Nasional Bupati Blitar Cup II 2017 Ir. Harpiyanto Nugroho, MM menyampaikan "penyelenggaraan pacuan kuda Bupati Cup II 2017 ini merupakan bentuk komitmen dan tanggungjawab kita bersama dalam mengisi agenda nasional pacuan kuda menuju Kejuruan Pacuan Kuda Pordasi ke 51 Tahun 2017 serta menuju sukses Jatim sebagai tuan rumah Kejurnas Seri II pada bulan september mendatang.
Diharapkan penyelenggaraan Pacuan Kuda Bupati Cup II 2017 ini semakin memotivasi kita semua untuk membangkitkan semangat para peternak merawat dan membina serta mengembangkan peternakan kuda yang unggul. Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah dalam mempromosikan keunggulan komperatif genetik kuda pacu berbagai provinsi melalui prestasi yang diperoleh dari kejuaraan ini.
Bahkan melalui kegiatan pacuan kuda ini sebagai upaya peningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pertumbuhan kepariwisataan Kabupaten Blitar pada khususnya dan tanah air pada umumnya. Sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan serta sukses pariwisata Indonesia". Pungkasnya.
Sementara itu disisi lain Bupati Kabupaten Blitar Rijanto menjelaskan "animo dari masyarakat untuk pacuan kuda semakin baik, nampak antusiasnya bagus kesan dari masing-masing peserta pacuan kuda ini sangat positif. Treknya sangat baik oleh karena itu akan kita benahi terus dan tentunya pembinaan pacuan kuda akan terus kita tingkatkan. Dampak dari penyelenggaraan ini tentunya ekonomi, contohnya masyarakat lapis bawah berbondong-bondong menjual makanan dan minuman" jelasnya. (Her/adv)
Editor : Pak RW