Jombang, suara-public.com - Terancam putusnya jembatan di Desa
Bakalanrayung, Kecamatan Kudu karena tidak disertai pembangunan sayap jembatan direspon
langsung oleh Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Jombang. Kepala Bidang
Perencanaan dan Pembangunan, Bustomi mengakui, ada kesalahan perencanaan pada
saat pembangunan jembatan tersebut.
Hal itu
dikatakan Bustomi usai komisioning dengan Komisi C DPRD Jombang. Ia melanjutkan,
pembangunan rehabilitasi jembatan di Bakalanrayung pada sayap jembatan saat
dibangun hanya sepanjang 5 meter. “Idealnya, sayap jembatan harus dibangun
sepanjang 20 meter. Hal itu sekaligus untuk mengantisipasi gerusan air hujan yang
terjadi pada jalan sekitar jembatan,” kata Bustomi, Senin (14/11).
Ia
menambahkan, untuk perbaikan jembatan tersebut, baru bisa dilaksanakan pada
tahun 2012. Sebab, kata dia, untuk tahun ini sudah tidak memungkinkan. Ia menjelaskan,
anggaran yang dipakai untuk perbaikan sayap jembatan sudah direncanakan sebesar
Rp 260 juta. “Dinas baru bisa merealisasikan pada anggaran 2012. 99 persen dana
tersebut bisa terealisasi,” ujar Bustomi.
Seperti
diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan jembatan di Desa Bakalanrayung
terancam putus. Hal itu diketahui saat ada sidak yang dilakukan Komisi C. Penyebabnya,
proyek yang menyedot anggaran hamper setengah milyar tersebut tidak disertai
anggaran pembangunan sayap atau persandangan jembatan.
Padahal
sebelumnya, menurut salah satu anggota Komisi C, Yas Judan, pihaknya sudah
mengusulkan anggaran pengaspalan dan pembangunan sayap jembatan. Namun, saat
sidak dilakukan, ia kecewa. Karena hal itu tidak direspon oleh dinas terkait.(fer)
Editor : Pak RW