Teridentifikasi 12 dari 13 Jenazah Korban Insiden Jembatan Tenggarong

suara-publik.com

Laporan : Bambang Riyadi di Kaltim

Tenggarong, Suara-Publik.com - Jembatan Tenggarong yang melintasi Sungai Mahakam dan membentang antara Kota Tenggarong dan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Sabtu (26/11/2011) sekitar pukul 15.30 wita atau 14.30 wib sore runtuh. Jembatan yang pembangunannya dimulai sejak tahun 1995 memiliki panjang total 710 meter.

Kabar dari Tenggararong mengatakan, saat ini masih banyak korban yang belum bisa ditemukan. Banyak keluarga yang melapor anggota keluarganya yang belum kembali. Oleh karena sulitnya medan saat ini di lapangan perlu diturunkan tim sar yang lebih terampil dengan peralatan yang lebih canggih.

Informasi yang bisa dipercaya mengatakan, saat kejadian berlangsung jembatan dalam kondisi sedang dalam perawatan. Jembatan itu dibangun oleh kontraktor HK sekitar tahun 2001. Kabarnya kotraktor yang mengerjakan perawatan saat ini ditangani oleh kontraktor lokal melalui tender tertutup yang kabarnya dekat dengan tim yang sangat di kenal di Tenggarong..

Pihak berwenang di Kaltim meminta agar semua pihak tidak berspekulasi lebih dulu penyebab jembatan runtuh. Pada saat jembatan itu runtuh, lalulintas di atas jembatan dalam kondisi padat, banyak kendaraan dan orang melintasi jembatan yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan ini. Belum diketahui penyebab runtuhnya jembatan namun muncul spekulasi karena sering ditabrak oleh kapal besar yang lalu lalang di bawahnya. Tim medis gabungan yang bertugas di RS AM Parikesit, Tenggarong, Kutai Kartanegara, berhasil mengidentifikasi 12 dari 13 jenazah korban insiden ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara, yang terjadi Sabtu (26/11/2011) lalu.


Menurut Nurhayati petugas pos medis, upaya dan kerja keras tim medis, terus dilakukan meski umumnya kondisi jenazah membengkak lantaran tercebur ke dalam Sungai Mahakam.

"Diidentifikasi dengan cara di antaranya dari pakaian dan ciri-ciri fisik," ujar Nurhayati.

Dengan demikian, saat ini tinggal menyisakan 1 lagi jenazah yang belum berhasil diidentifikasi oleh petugas medis. Berikut nama-nama lengkap korban meninggal yang berhasil diidenfitikasi:

1. M Fariz (22) Tenggarong
2. Agus (25) Tenggarong
3. Alisyah (6 bulan) Tenggarong
4. Fadlan (17) Loa Kulu
5. M Iskandar (35) Jongkang
6. Samsul (24) Tenggarong Seberang
7. Supriyadi (31) Loa Kulu
8. Huzairi (40) Samarinda
9. Erli Erliana (39) Tenggarong
10. Alisha (9 bulan) Loa Kulu
11. Robiansyah (13) Teluk Dalam
12. Rusmini (30) ibu dari Alisyah dan Alisha, warga Tenggarong


Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka, mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun. Upaya pencarian korban pun masih terus dilakukan hingga saat ini dengan melibatkan tim SAR gabungan.

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru