Komisi C: Dinas PU Bina Marga Lamban

suara-publik.com

Tragedi runtuhnya jembatan di Tenggarong, Kaltim memakan banyak korban dikhawatirkan oleh warga Desa Bakalanrayung, Kecamatan Kudu. Pasalnya, jembatan yang ada di desa tersebut baru saja dibangun dengan dana APBD, namun mengalami kerusakan pada konstruksinya. Kerusakan fatal, jembatan tersebut mengalami kerenggangan pada ujung jembatan sebelah utara yang lebarnya mencapai 10 sentimeter.

JOMBANG (suara-public.com)- Anggota Komisi C DPRD Jombang, Mansur menilai Dinas PU Bina Marga tidak teliti dalam membuat perencanaan. Terbukti, kata dia, belum dilakukan penyerahan, jembatan tersebut terancam putus. Tidak hanya itu, Mansur juga menilai Dinas PU Bina Marga lamban melakukan penanganan.

“Dinas tidak cermat dalam membuat perencanaan sebelumnya. Jika hal itu dilakukan dengan perencanaan yang matang kecil kemungkinan kerusakan pada jembatan itu, sehingga APBD betul-betul bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia menuding, Dinas PU Bina Marga terkesan lamban dalam melakukan penanganan. Mansur menambahkan, meski sudah melakukan peneguran terhadap pihak kontraktor, namun belum ada perbaikan. Padahal, lanjutnya, kerusakan sudah terjadi satu bulan yang lalu.

Melihat kondisi kerusakan pada jembatan, politisi dari Partai Golkar ini memprediksi jembatan akan ambruk dalam waktu yang tidak lama. Menurutnya, hal itu ditambah intensitas hujan yang sangat tinggi menjadi faktor utama menambah rusaknya jembatan.

Hal yang sama juga dikatakan Anggota Komisi C lainnya, Jas Judan. Ia mengatakan, Kalau terjadi seperti ini, dinas harus lebih tanggap akan kejadian yang lebih parah lagi. Untuk itu, kata dia, dana monitoring dan evaluasi aliran sungai harus digunakan secara maksmal. Sehingga kerusakan tersebut tidak semakin parah. Judan menilai, dinas terkait sama sekali tidak menggunakan dana monitoring dan evaluasi aliaran sungai terkait dengan terancamnya jembatan di Bakalanrayung. “Padahal, pembangunan jembatan ini menggunakan uang dari rakyat,” tegas politisi dari F-PPP ini.

Sementara menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Jombang, Hari Oetomo menjelaskan, bahwa kondisi tanah di lokasi jembatan memang labil dan rawan terjadi longsor. Terkait kejadian ini, pihaknya sudah menegur secara tertulis kepada pihak kontraktor.

“Dari kejadian ini, kami langsung mengirim surat kepada pelaksana proyek untuk segera melakukan perbaikan. Yang jelas, ini masih menjadi tanggung jawab pelaksana. Karena masa perawatan jembatan tersebut sampai bulan April tahun 2012,” ujar Hari, Rabu (7/12).

Hari menambahkan, untuk tahun mendatang, penyandangan sayap sebelah utara dan selatan akan ditambah. Semula hanya 5 meter, katanya, menjadi 20 meter. “Untuk pengerjaan penyandangan itu sudah disiapkan dana sebesar 75 juta,” katanya. (fer)  Foto: Kondisi Jembatan Bakalanrayung

     

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru