Perawat RSUD Sampang Lalai, Pasien Meninggal

suara-publik.com

 

SAMPANG (Suara Publik)-  Nurhasanah (30) meninggal dunia di kamar mawar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, Sabtu (3/12) pagi. Keluarga menuding perawat lalai menjaga pasien Jaminan Kesehatan Masyarakat (jamkesmas) yang beralamat di Kampung Toporo, Desa Batoporo Barat, Kec Kedungdung, Sampang.
Thalib Ramdani, suami Nurhasanah menyebutkan, istrinya dibawa ke RSUD berplat merah itu, kamis (1/12) malam, dalam kondisi kritis akibat pendarahan di rahimnya. Selama dua hari pengobatan di rumah sakit, menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani tersebut, ia mengeluhkan kelambanan tenaga medis RSUD yang menangani pasien. "Terbukti istri saya masuk rumah sakit pukul sebelas malam, namun baru dilakukan tindakan setelah menunggu sampai siang," kata Thalib, dengan nada sedih.

Tak hanya itu, lanjut pria yang belum dikaruniai anak dari hasil perkawinannya bersama Nur Hasanah tersebut, menyesalkan pihak RSUD Sampang yang tidak profesional menangani istrinya. "Mereka (pihak rumah sakit, Red) bilang kalau kematian istri saya disebabkan karena jatuh di kamar mandi, kok bisa! Kan ada perawatnya, kemana perawatnya?" keluhnya.
Dikonfirmasi terkait hal itu, Senin (5/11), pihak RSUD, melalui Kabid Humas Dan Pengaduan Masyarakat dr Yuliono mengatakan, kematian Nurhasanah disebabkan penurunan kondisi yang signifikan akibat kegiatan berdiri, jalan dan mengejan, setelah sebelumnya pasien memaksa untuk buang air besar ke kamar mandi. "Padahal sesuai protap itu tidak diperkenankan, pasien tidak boleh turun dari Bed (tempat tidur, Red), namun pasien memaksa. Mungkin malu, itupun didampingi perawat," terangnya, kepada sejumlah wartawan di ruangannya.

Pihak dokter rumah sakit sudah melakukan antisipasi namun gagal, lanjut dokter tambun tersebut. "Pasien dinyatakan meninggal pukul 06.00," imbuhnya. Dijelaskan, berdasar rekam medik, pasien masuk pukul 00.47 WIB di ruang UGD, selanjutnya dilakukan anamese tanya jawab keluhan pasien, didapat diagnosa keguguran, kemudian pasien diusulkan ke dokter kandungan setelah itu dilanjutkan dengan utrasonografi (USG). "Pihak rumah Sakit sudah respontime, pasien ditangani dan distabilisasi kondisinya, kita masih melakukan prosedur pemeriksaan, untuk melakukan tindakan medik," paparnya.

Sementara itu Kades Batuporo Barat Nurul Jadid, kepada Koran ini mengaku amat menyayangkan  peristiwa yang menimpa warganya itu. “Seharusnya pihak rumah sakit lebih arif dengan memberikan kebijakan kepada pihak keluarga untuk ikut menjaga pasien tersebut,” sesalnya. (abi/ony)

 teks foto:  prosesi pemakaman (inzet) Mendiang Nur Hasanah

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru