Soal Pembangunan Dermaga Tanjung Wangi Senilai Rp. 14 M
BANYUWANGI- Pelaksanaan proyek lanjutan pembuatan Dermaga Boom Tanjung Wangi, Banyuwangi kembali mengundang kontroversial. Awal pembuatan dermaga tersebut, juga dipertanyakan kualitas dan sisi manfaatnya bagi nelayan kecil. Bahkan, hasil bangunan dermaga itu dianggap tak sebanding dengan uang Negara yang terserap hingga milyaran rupiah dengan kajian tak matang.
Pembangunan dermaga di kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi itu, juga diragukan akan rampung sesuai dengan waktu yang ditentukan, yakni pada 22 Desember 2011 mendatang. Adanya ketidak transparansian dalam pelaksanaan diduga terjadi diantara pihak pelaksana proyek dengan Pimpro-nya. Soal kelayakan bonafiditas pelaksana juga dipertanyakan, dikarenakan ada dugaan pihak pelaksana lanjutan ini masih berkaitan dengan pihak pelaksana yang mengerjakan dermaga Boom sebelumnya.
Beberapa kali wartawan melakukan investigasi lapangan, tak ada tanda – tanda petunjuk kegiatan proyek milyaran rupiah itu didukung oleh managemen bonafit. Yang terlihat hanyalah kantor sekertariat terbuat dari papan triplek ukuran 4x12 yang terbagi atas tiga ruangan. Tidak ada aktivitas proyek maupun kegiatan menejemen apapun dari pihak pelaksana dan konsultan.
Kondisi bangunan papan triplek yang dibangun semi permanen itu nampak terlihat kumuh layaknya sebuah gudang. Saat Suara Publik menelusuri lokasi, terlihat hanya ada meja berdebu dan botol gallon air kosong dalam ruangan kosong. Sementara, ruangan lainnya malah berisi sedikit tumpukan sak semen dan sedikit besi beton. Didepan bangunan yang diklaim sebagai kantor sektetariat proyek itu, berdiri papan nama proyek bertuliskan nama PT. Aura Sinar Baru (ASB). Anehnya, hanya terpampang nama perusahaannya, namun dalam papan proyek tak disebutkan alamat perusahaan yang jelas. Bahkan, nilai berapa besaran anggaran proyek dermaga tersebut, juga tidak tertulis.
Terkait proyek tersebut, Kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Banyuwangi, Sri Sukesi, SH selaku pengawas proyek mengatakan, tidak tahu hal tersebut. Namun, menurutnya, pihak pelaksana setiap seminggu sekali memberi laporan perkembangan fisik pembangunannya. “Dananya sekitar 14 milyar, pak Samsu (pelaksana proyek) tiap sabtu memberi laporannya pada kami,” jelasnya enteng.
Masih Sri Sukesi, proyek dermaga Tanjung Wangi dibangun untuk sarana penunjang bagi kapal-kapal yang sandar di pelabuhan Tanjung Wangi yang selama ini harus antri. “Kita harapkan kalau sudah selesai bisa bermanfaat. Idealnya dermaga Tanjung Wangi butuh sekitar 1000 meter. Kita hanya punya dermaga sepanjang sekitar 518 meter. Sekarang sedang dibuat dermaga tambahan 200 meteran. Mohon jangan di ganggu dulu biar pekerjaannya selesai,” ujarnya.
Informasi yang digali Suara Publik, PT. ASB masih berkaitan dengan perusahaan pelaksana proyek Dermaga Boom Banyuwangi sebelumnya, dan Dermaga Muncar. “:Benar, Pak Argo-lah yang mengerjakan kedua dermaga milik pemerintah itu,” kata sumber terpercaya.
Saat bertemu seseorang bernama Avis, selaku pihak yang mengaku sebagai pengawas proyek dari PT ASB, selalu menjajikan Suara Publik untuk bisa mengkonfirmasi penanggung jawab proyek. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT ASB belum bisa dikonfirmasi. q dod
foto: kondisi kantor PT ASB (inzert) situasi lokasi proyek.
Editor : Pak RW