Laporan: Tom
SURABAYA - Septian, seorang bocah berumur 3 tahun akhirnya meninggal dunia setelah disambar Kereta Api di Jalan Sememi, Benowo Surabaya pada, Rabu (31/1) sekira pukul 08.00 WIB, pagi.
"Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, tewasnya Septian warga Jalan Sememi Jaya 1 no.35 Surabaya, ini tidak jauh dari rumahnya. Saat itu Septian sedang bermain dipinggir rel kereta api dekat rumahnya. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, bocah malang tersebut asyik bermain begitu saja tanpa memperhatikan kereta api yang sedang melintas.
Alfan, famili korban yang ditemui di RS Dr Soetomo mengatakan, Septian ini sebelum tersambar kereta sedang bermain bersama teman-teman kampung. "Ya, sedang main sama teman dekat rumah di kampung. Saat itu anaknya (Septian) pakai kaus bonek dan atribut Persebaya, seperti mau mbonek. Tapi saat bermain ada kereta melintas dan menyambarnya," tutur Alfan ditemui di depan Ruang Jenazah RS Dr Soetomo Surabaya, Rabu (31/1/2018).
Alfan juga menjelaskan, Septian ini tidak tinggal bersama orangtuanya. Kedua orangtuanya berada berada di Serang, Banten. "Septian ini tinggal bersama saudaranya dan dijadikan anak angkat. Orangtuanya sendiri di Serang," ucap Alfan yang menolak menyebut nama orangtua dan saudara Septian ini.
Alfan mengaku, begitu disambar kereta, Septian diduga sudah meninggal. Karena saat ditolong warga, sudah tak bergerak dan langsung membawa ke rumah sakit.
Terpisah, Kapolsek Benowo Surabaya Kompol Machmud, membenarkan adanya kejadian kecelakaan dengan korban balita. Setelah melakukan olah TKP jenasah dibawa ke Rumah Sakit Benowo namun korban sudah meninggal lantaran sudah meninggal akhirnya korban dibawa ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk dilakukan visum," pungkas Machmud, Rabu (31/1/2018).
“Peristiwa itu menjadikan pelajaran penting, terlebih bagi mereka mempunyai anak balita jangan sampai lengah ataupun teledor dalam mengawasi buah hatinya ketika masih balita. Hal ini kalau terjadi akan berakibat fatal seperti yang dialami Septian ” tandasnya.
Editor : Redaksi