Yusro, Hotel Toleransi Antar Umat

suara-publik.com

JOMBANG (suara publik.com)- Keinginan Organisasi Shiddiqiyah (Orshid) mewujudkan hotel bintang 3 di Kota Santri terwujud. Hal itu setelah ditandai dengan acara Grand Opening Yusro Hotel di Jl. Soekarno Hatta Jombang, Sabtu (24/12) kemarin siang. Mungkin, inilah satu-satunya hotel di Indonesia yang kental akan nuansa toleransi antarumat beragama. Betapa tidak, dari 110 kamar yang ada, pihak managemen sengaja memberi 5 kitab suci sesuai dengan jumlah agama yang ada di negara ini.

"Tidak lain, dibangunnya hotel ini diilhami oleh salah satu bunyi UUD 1945 yaitu, negara menjamin rakyatnya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya. Jadi, meski hotel ini dibangun oleh Shiddiqiyah, namun bukan berarti hotel ini tertutup untuk mereka yang beragama selain Islam. Sebagai bentuk toleransi, setiap kamar dilengkapi dengan 5 kitab suci," terang KH Muctar Mu’thi, pendiri Shiddiqqiyyah.

Ia melanjutkan, selain ikon lima kitab suci, di dalam hotel juga ada beberapa lukisan yang sarat akan makna. Seperti, sambungnya, lukisan Masjid Istiklal yang melambangkan umat muslim Indonesia,  lukisan Baitlehem yang menggambarkan tempat lahirnya Yesus, lukisan Tembok Tiongkok yang bermakna lahirnya agama Konghucu. "Juga ada lukisan Candi Borobudur, lukisan Candi Prambanan, yang masing-masing menggambarkan umat beragama tertentu," ujar Kiyai Tar, sapaannya.

Ia menambahkan, hotel yang dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektar tersebut di dalamnya juga terdapat lukisan Tugu Monas. "Itu melambangkan cita-cita bangsa Indonesia yang tidak pernah padam," tambahnya.

Sementara, General Manager Hotel Yusro, Azis Fahrudin mengatakan, proses pembangunan Hotel Yusro telah memakan waktu hingga kurang lebih dua tahun. "Dengan investasi sebesar Rp 40 milyar, hotel ini kita bangun sekaligus untuk merangsang pertumbuhan ekonomi di Jombang, khususnya bidang pariwisata," ujar Azis.

Ia menambahkan, untuk menjalankan bisnis perhotelan, semua pasar telah dibidik. "Saya melihat di Jombang ada 4 Ponpes besar. Nah, ketika para wali santri bertolak ke Jombang kadangkala mereka kesulitan mencari penginapan yang pas. Maka dari itu, Hotel Yusro lah jawabannya," katanya usai acara yang disambung dengan Munas ke III Orshid.

Tampak dalam acara tersebut orang nomor satu di Kota Santri Suyanto. Tidak ketinggalan sejumlah pejabat Jombang juga hadir.(fer)  foto: Pendiri Shiddiqiyyah, Kiyai Muhtar Mu'thi (tengah) saat meresmikan Hotel Yusro

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru