Setelah beberapa media, utamanya on line memberitakan soal Komisi C yang akan tetap menindak lanjuti ketidakberesan pelaksanaan proyek pengadaan jaringan internet (modem) yang dilaksanakan PT Telkom, kini hubungan antara pemkot Surabaya dan BUMN milik pemerintah ini mulai terpengaruh, karena erat dengan dugaan KKN. Kini PT Telkom juga berusaha memberikan perimbangan berita dengan mengontak beberapa media untuk memuat klarifikasi atas pemberitaan miring untuknya.
SURABAYA- Humas PT Telkom Divre Jatim memang dikenal sangat piawai dalam menghadapi serangan dari luar agar kondisi perusahaan tetap terkesan stabil tanpa masalah, karena akan berakibat terhadap nilai saham yang telah dilempar ke bursa saham internasional.
Demikian juga dengan terungkapnya dugaan KKN proyek pengadaan jaringan internet pemkot Surabaya senilai 6,9 miliar dan PT Telkom sebagai pemenang tendernya. Seluruh media local dan nasional telah memuat kejanggalan dan ketidak beresan PT Telkom, sehingga Komisi C DPRD Surabaya meminta agar PT Telkom dikenai sangsi Black List oleh pemkot Surabaya sebagai penyelenggara proyek yang bersumber dari dana APBD Surabaya.
Beberapa press release telah di sebarkan, bahkan terdengar kabar telah memanggil sejumlah awak media di lapangan untuk diminta memuat berita seputar klarifikasinya. Sayanganya tak semua media yang dipanggil menuruti kemauan Humas PT Telkom, karena pokok persoalan yang harus dimuat akan bertabrakan dengan persoalan sebenarnya seperti yang telah termuat di media lainnya, terutama on line (local Surabaya dan Nasional).
"Semoga kabarnya baik-baik saja semua. Meskipun sudah lewat jam deadline, ijinkan saya segera share Press Release yang masih "hangat-hangat kuku" alias fresh from the oven dari korporat. Karena saya tidak mengetahui semua alamat teman media desk yang berkepentingan, maka saya share ke milis saja, dan silakan untuk disikapi dengan bijak ya teman. Semoga, segera memperjelas pemahaman rekan-rekan yang sempat miss dengan kronologis yang terjadi. Terimakasih," tulis Ivone Handayani Humas Telkom mengawali press releasenya via email.
Kini bola telah jatuh di tangan Agus Sonhaji Kabag Bina Program kota Surabaya sebagai leading sector lelang bersama proyek-proyek milik 31 Kecamatan se Surabaya, untuk mempertanggung jawabkan penggunaan dana APBD yang mencapai miliaran rupiah kepada rakyat atau public.
Ketua Komisi C Sachirul Alim juga akan mencermati RAPBD 2012 yang kini sedang dalam pembahasan, agar tidak lagi kecolongan dengan modus yang sama.
"Saya berterimaksih kepada teman-teman media karena berhasil mengungkap masalah ini, untuk itu kami di komisi C akan mencermati RAPBD 2012 agar tidak kecolongan lagi seperti kasus proyek Telkom ini, terutama proyek lanjutan pengadaan jaringan internet yang katanya juga masih ada di tahun 2012," tegas Alim saat di ruangannya (6/1/12).cox
Editor : Pak RW