DEPOK (suara-publik.com) - Dinas Pendidikan Kota Depok nampaknya ingin
membuat masyarakat pusing. Setelah sebelumnya memberikan data perusahaan
blacklist yang membuat beberapa kalangan kontraktor dag dig dug, Dinas
di bawah pimpinan Asep Rahmat itu mengaku kepada beberapa orang
kontraktor bahwa data yang beberapa waktu diberikan kepada wartawan
adalah daftar perusahaan yang pekerjaannya di cut off (diberhentikan)
karena tidak selesai hingga batas waktu yang ditentukan (akhir tahun
2011, red).
Berdasarkan data terakhir yang diterima
suara-publik.com, diketahui bahwa setidaknya ada 9 perusahaan yang
mengerjakan 11 kegiatan (proyek) APBD Tahun 2011 dan Dana Alokasi Khusus
(DAK).
Adapun rincian kegiatan dan perusahaan yang di sorot sebagaimana di maksud di atas, adalah sebagai berikut:
APBD TAHUN 2011:
1. CV. DELIMA :
(1.1). Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Cipayung (37,76 persen);
(1.2). Rehab SDN Mekarjaya 30 (65,88 persen);
(1.3). Rehab SMPN 3 (92,76 persen).
2. PT. TOPANSAMA JAYA PERKASA : RKB SDN Gandul (83,43 persen);
3. CV. RAYULITA JAYA : Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 7 (92,57 persen);
4. PT. WANDY KARYA ROSWA : RKB SMPN 18 (51,93 persen);
5. CV . SOLU BOLON JAYA : Pembangunan Kantor UPT Disdik Kecamatan Sawangan (47,39 persen);
6. CV. DANI TARU PERKASA : Rehab SDN Tugu 6 (86,46 persen);
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK):
1. CV. YAMANI MARGA TAMA : Rehab SMPN 1 (94 persen);
2. CV. GEMINKA MANDIRI : Rehab SMPN 3 (71,23 persen);
3. CV. LIODYCTA SANG PERMATA : Rehab SMPN 4 (82,27 persen)
(Fery Sinaga)
Editor : Pak RW