PNS Depok Lagi Ngesek Ditangkap Polisi

suara-publik.com

Depok, (suara-publik.com) – Lagi asyik kencan enam pasangan ketahuan sedang berbuat mesum di Hotel Gengong Vilage Cimanggis Depok ditangkap Polisi. Polisi Sektor (Polsek) Cimangis dalam razia penyakit masyarakat (pekat) memergoki enam pasang pasangan lagi mesum kemarin, tertangkap .

 

Ke enam pasangan itu berinisial SM (50) dan FY (43), BI (45) dan YH (45), BR (53) dan ESG (47), SO (42) dan MP (39), BN (46) dan AS (42), serta H PN (46) dengan LS (24) dan MA (24).

 

Dari keenam pasangan selingkuh itu yang tertangkap, tiga pasang warga Depok. inisial ESG dan BR, H PN dengan LS dan MA (24), SM (50) dan FY (43). Dari ketiga pasangan mesum ini berdomisili di Kecamatan Cilodong dan Sukmajaya. Diantara  enam pasang mesum itu, satu perempuan yang ditangkap Polisi berinisial ESG terdapat dalam KTPnya adalah seorang yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Depok.

Menurut Kapolsek Cimanggis, Kompol Firman Andreanto, razia digelar untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat), seperti miras,narkoba senjata tajam (senpi) dan tempat-tempat prostitusi yang sudah meresahkan masyarakat katanya kepada wartawan Jumat (10/2/2012) di ruang kerjanya.

“ Kami berhasil menangkap enam pasangan dalam kamar. Ada yang sedang bugil ada juga yang ngeseks. Pasangan ini merupakan pasangan selingkuh yang di duga sering datang ke hotel Genggong,” ungkapnya.

Senada dikatakan Firman, rata-rata pasangan selingkuh berusia 40 tahun, operasi Pekat ini akan rutin dilakukan pihak Polsek Cimanggis ke sejumlah hotel dan tempat penginapan yang ada di wilayah Cimanggis. Sebab, sudah banyak laporan masyarakat terhadap masalah prostitusi di dalam hotel yang acap berganti pasangan itu.

 Selanjutnya kata Firman, pasangan yang tertangkap di dalam hotel Gengong Vilage yang tertangkap basah kena razia akan didata dan diserahkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Dinaskersos). “ Ini merupakan langkah kami dalam memberantas permasalahan itu. Kami juga telah berkoordinasi dengan Pemkot Depok dalam mengatasi penyakit masyarakat, khusus terhadap masalah prostitusi,” ujarnya. Sementara itu, diantara salah satu pasangan selingkuh yang tertangkap, inisial FY mengakui sudah tiga kali datang ke hotel tersebut bersama selingkuhannya. Sebab, hotel tersebut sangat aman untuk tempat berselingkuh, apa lagi ditambah tarif  harga hotel kamar 12 perjam Rp 300 ribu. (MS/ Benny Gerungan)

 

 

 

 

Editor : Pak RW

Birokrasi
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru