Depok, Suara-Publik.com - Belum diketahui penyebabnya, ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Depok Jawa Barat banyak yang exsodus alias meminta permohonan pindah ke daerah lain. Penomena exsodus para abdi negara, yang meminta pindah ke daerah lain itu, tentu menjadi bahan pergunjingan dan pertanyaan dari berbagai kalangan.
Menurut sumber Suara-Publik.com, sejak Walikota Depok di jabat oleh Nurmahmudi Ismail ada
sekitar 135 PNS yang mengajukan permohonan pindah ke wilyah lain. Dari 135 PNS
yang mengajukan pindah, 73 orang PNS diantaranya sudah pindah ke daerah lain
seperti Kab Bogor, Kab Bandung dan DKI Jakarta.
Bahkan menurut beberapa sumber PNS Depok, rumor
tersebut dianggap wajar, karena banyaknya PNS yang karbitan alias KKN. Bukan hanya
level biasa, kepala seksi juga banyak yang karbitan. Faktanya banyak pejabat yang karena unsur kedekatan, sudah
menjadi Camat, Lurah, Kabag dan jabatan penting lainnya. Makanya mereka
pada minta pindah ke berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor dan sekitarnya,
tambah sumber lainnya.
“ Ini jelas berdampak kepada etos kerja dan beban moril sehinga timbul
kecemburuan sosial. Coba bung lihat sendiri, ada guru yang menjadi Lurah dan
Camat. Sedangkan banyak pejabat yang masa kerjanya diatas 8 tahun terkesan
dianak tirikan bahkan di nonjobkan, karena dinilai tidak loyal terhadap
atasan,” ujarnya.
Padahal Guru kenaikan pangkatnya lebih cepat di banding dengan PNS
struktural di berbagai satuan kerja atau Dinas. Untuk itu kalau mereka tetap
disini pasti akan diusut dan pasti malu kalau ketahuan KKN nya, lanjutnya.
Menurut catatan Radar Online,diantara pejabat yang sudah pindah ke daerah lain
adalah Asep Ruhiyat pindah ke Kab Bogor, Firmansyah ke Kab Bandung Barat,
Agustin ke Kab Bandung Barat kemudian mantan Kepala Dinas Pasar Tutun Sofyan
pindah ke Kab Garut. Beny. G
Editor : Pak RW